SABTU, 26 NOVEMBER 2016
YOGYAKARTA---Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika DI Yogyakarta, memprakirakan hujan tinggi disertai angin kencang masih akan terjadi hingga Desember 2016. Potensi gelombang setinggi lebih dari 2,5 meter akan terjadi di seluruh kawasan Pantai Selatan. Karenanya, BMKG DIY meminta kepada para nelayan untuk lebih waspada, demikian pula juga wisatawan yang berkunjung ke pantai diimbau lebih berhari-hati.

Musim hujan tahun ini diprakirakan akan berlangsung selama 7 bulan atau 1 bulan lebih lama dari musim hujan tahun kemarin. Pasalnya, awal musim hujan tahun ini maju satu bulan, yakni pada akhir September 2016 dan diprakirakan selesai pada awal April 2017.

"Ada pun curah hujan lebat yang terjadi beberapa kali di Bulan Oktober, kemarin, masih akan berpotensi terjadi hingga Desember nanti," jelas Kepala Stasiun Klimatologi dan Cuaca BMKG DIY, Joko Budiono, saat menggelar diskusi terkait fenomena cuaca esktrem di Gedung DPRD DI Yogyakarta, Sabtu (26/11/2016).


Joko Budiono, Kepala Stasiun Klimatologi dan Cuaca BMKG DIY.
Joko mengatakan, lamanya musim hujan tahun ini disebabkan munculnya El Nina di Laut Pasifik di timur Pulau Papua. El Nina membuat Laut Pasifik menjadi dingin, namun suhu permukaan laut di perairan selatan Jawa memanas sebesar 1,5-2 derajat Celsius dari kondisi normal.

"Karenanya, kandungan uap air di atas wilayah DI Yogyakarta menjadi relatif lebih lembab dengan RH 70-90 persen dan menimbulkan awan yang mengandung hujan," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Joko mengimbau kepada para nelayan untuk lebih waspada, karena hujan tinggi diprakirakan bisa menyebabkan gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter. Sementara itu kepada para petani, Joko menyarankan untuk menunda menanam semua jenis palawija, karena musim hujan diprakirakan akan berlangsung hingga April 2017.

Joko juga menyatakan, dalam waktu satu minggu ke depan sebagian besar wilayah DI Yogyakarta akan diguyur hujan tinggi disertai angin kencang dan petir. Kondisi tersebut bahkan diprakirakan akan terus terjadi berulang hingga musim hujan mencapai puncaknya pada pertengahan Januari-Februari 2017.

"Seluruh kawasan kota Yogyakarta diprakirakan akan diguyur hujan lebat dengan intensitas 20 milimeter per jam dan angin kencang pun diprakirakan berkecepatan 25 knot per jam sehingga berpotensi mampu menumbangkan pohon dan menyebabkan banjir," tegasnya.

Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Satmoko / Foto: Koko Triarko
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: