SELASA, 1 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Menurut data resmi yang berhasil dihimpun Cendana News pada saat acara jumpa pers di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, BPS Pusat melaporkan bahwa perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional sepanjang bulan Oktober 2016 tercatat sebesar 101,71 atau mengalami penurunan sebesar 0,30 % apabila dibandingkan dengan bulan September 2016.


Menurut keterangan Suhariyanto, Kepala BPS Pusat, salah satu penyebab terjadinya penurunan NTP tersebut karena Indeks Harga yang Diterima Petani (LT) tercatat mengalami penurunan sebesar 0,22 %. Sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (LB) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,07 %.

"Sepanjang bulan Oktober 2016, NTP Provinsi Sumatera Utara (Sulut) tercatat mengalami penurunan terbesar, yaitu sekitar 1,34 %, apabila dibandingkan dengan penurunan  NTP Provinsi lainnya di Indonesia" demikian dikatakan Suhariyanto,  Kepala BPS pada saat menggelar acara jumpa pers di kantornya, Selasa siang (1/11/2016).

Suhariyanto mengatakan "begitu juga sebaliknya, sepanjang bulan Oktober 2016, NTP Provinsi Sulawesi Barat (Sulselbar) tercatat mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 1,09 %, apabila dibandingkan dengan kenaikan NTP Provinsi lainnya di Indonesia" katanya kepada wartawan di Kantor BPS Pusat.


BPS Pusat juga melaporkan dalam acara jumpa pers dengan para awak media, bahwa sepanjang bulan Oktober 2016 telah terjadi inflasi di pedesaan yang tercatat sebesar 0,04 %, hal ini terjadi karena disebabkan adanya kenaikan 6 dari 7 indeks kelompok konsumsi rumah tangga.

Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) secara nasional sepanjang bulan Oktober 2016 tercatat sebesar 110,26 atau mengalami penurunan sebesar 0,40 % apabila dibandingkan dengan NTUP pada bulan sebelumnya, yaitu September 2016.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: