RABU 16 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Kasus dugaan penggelapan dana kas di Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP2KB) kota senilai Rp300 juta, telah dilaporkan ke Kepolisian. Dana tersebut dibawa seorang oknum PNS, yang kini menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.


Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.




Menanggapi terjadinya dugaan penggelapan dana itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi merasa malu dengan dengan perbuatan yang dilakukan oknum personil PNS. Karena selama ini oknum yang bersangkutan dikenal baik.


"Benar, pelakunya kabur. Dia PNS ya ya pemberhentian dan prosesnya diserahkan ke kepolisian," tegasnya kepada media, Rabu (16/11/2016).

Rizal menjelaskan dana yang dibawa itu merupkan gaji untuk pegawai honor di BPMP2KB yang diketahui sebagian personil merupakan pegawai honor. Pelaku diduga memanfaatkan dana milik pegawai honor ini untuk travelling.

"Dari informasi yang didapat, dia mengambil uangnya ke BKD ternyata kan dia melaporkan uang belum cair ternyata sudah cair. Ini ada kelemahan kontrol dan sistem bagaimana atasan tidak tahu kalau uang dari BKD sudah cair. Uang itu dipakai dia untuk jalan-jalan dia suka pelesir. Selama ini gali lubang tutup lubang. Nanti kalau  ada lagi pencairan honor yang akan datang itu ditutupi untuk honor yang kemarin dibawa. Jadi ini apakah itu korupsi atau pidana murni," ulasnya.

Disebutkan Rizal, apakah penggelapan atau korupsi uang kas ini diserahkan sepenuhnya ke kepolisian dan mengikuti prosesnya hukumnya.

Selain itu, pihaknya mengintruksikan kepada seluruh SKPD agar melakukan pengecekan ulang dan evaluasi ulang seluruh personil bendahara termasuk meneliti kembali pencatatan keuangan di lingkungan masing-masing agar tidak terulang.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: