JUMAT, 18 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Operasi Zebra Semeru yang dilaksanakan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sejak tiga hari terakhir menjaring ratusan pelanggar lalu lintas. Mereka terjaring dikarenakan tidak bisa menunjukan kelengkapan berkendara.

Anggota Satlantas sedang memeriksa kelengkapan pengendara dalam Operasi Zebra Semeru 2016
“Sampai hari ketiga ini pelanggaran sudah mencapai kurang lebih 250 pelanggar,” kata Kepala Satlantas Polres Kabupaten Sumenep melalui Kanit Turjawali, IPTU Rizal Nugrawijaya di lokasi razia, Jumat (18/11/2016).

IPTU Rizal Nugrawijaya menyebutkan, dalam menekan angka pelanggaran, pengendara yang melanggar akan langsung diberi tindakan tilang ditempat, supaya pengendara tersebut jera dan mematuhi aturan lalu lintas saat membawa kendaraan terutama roda dua.

Disebutkan, yang terjaring Operasi Zebra Semeru tahun 2016 bervariasi, dari tidak memiliki, Surat Izin Mengendara (SIM), tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tidak diperpanjang. 

“Kebanyakan pelanggaran pengendara tidak memiki SIM, lampu siang hari tidak dinyalakan dan juga banyak dari masyarakat yang lupa tidak membawa STNK. Bahkan ada yang mati pajaknya yang belum disahkan oleh Polri,” jelasnya.


Operasi Zebra Semeru untuk sementara difokuskan di wilayah kota dan jalan utama menuju luar kabupaten, karena daerah tersebut sangat rawan pelanggaran lalu lintas. Dengan adanya razia tersebut diharapkan dapat menekan tingginya angka pelanggaran lalu lintas di ujung timur Pulau Madura.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: