RABU, 16 NOVEMBER 2016
MAUMERE--Sebanyak 120 ekor hewan yang terdiri dari kambing dan babi disembelih selama 2 hari pada pagelaran ritual adat Gren Mahe sejak Senin (14/11/2016) hingga Selasa (15/11/2016), sore.

Sebanyak 115 ekor disembelih, saat ritual pemotongan hewan yang berlangsung di hari Selasa pagi hingga sore. Sementara, sisanya, disembelih saat ritual pendahuluan.

Demikian disampaikan Tana Puan atau Kepala Komunitas Suku Mahe Natabola Desa Ilimedo Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka, Wilhelmus Walong, saat ditemui Cendana News Selasa (15/11/2016), sore.
Kambing yang diarak dalam upacara adat Gren Mahe.


Dikatakan Wilhemus, semua hewan sembelihan merupakan hewan yang dibawa oleh delapan suku yang ada di komunitas Suku Mahe Natabola. Banyaknya hewan yang disembelih, bukan sebuah patokan.

“Banyaknya hewan tergantung dari pembawaan setiap suku. Semua itu, disiapkan sesuai kemampuan mereka, dan tidak ada paksaan," ujarnya.

Biasanya, lanjut Wilhemus, setiap suku akan membawa banyak hewan sembelihan. Bila warga suku mendapat rejeki berlimpah sehingga sebagai wujud syukur mereka menyisihkan dari penghasilan dan membeli hewan.
Suasana arak-arakan upacara adat Gren Mahe.


Bisa juga, sambungnya, hewan tersebut merupakan hewan peliharaan anggota suku itu, yang selama waktu persiapan Gren Mahe, sudah berkembang biak.

“Kami tidak bisa melarang dan mematok berapa hewan yang harus dibawa setiap suku. Sebab, itu tergantung kesanggupan atau kemampuan mereka. Waktu pagelaran juga lama sehingga setiap suku bisa mempersiapkan diri,” terangnya.

Sementara itu, tokoh adat Natar Mage, Petrus Rako, saat ditemui di sela-sela ritual menjelaskan, Gren Mahe merupakan sebuah upacara yang diselenggarakan satu kali dalam tujuh tahun. Semua suku berkumpul dan berhimpun menyelenggarakan Gren Mahe.
Penyelenggaraan Gren Mahe, sambungnya, dimaksudkan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas apa yang telah diberikan-Nya selama ini serta mengharapkan kebaikan di masa yang akan datang.
Suasana ritual.

“Upacara Gren Mahe juga dimaksudkan untuk mempererat dan memulihkan kembali hubungan antara manusia dengan Pencipta, manusia dengan alam dan manusia dengan manusia," pungkasnya.

Disaksikan Cendana News saat ritual adat Gren Mahe, delapan suku yang tergabung dalam komunitas Suku Mahe Natabola, yakni Dewa, Iri, Aur, Goban Guni, Goban Gebe, Soge, Liwu dan Mau, masing-masing membawa hewan sembelihan berupa babi dan kambing.

Babi diletakkan di atas tandu dari bambu dan ditutup dengan kain serta dipikul atau ditandu lelaki dewasa. Sementara, kambing hanya diikat tali di lehernya dan ditarik oleh seorang anggota suku, saat semua suku berjalan beriringan dari kampung menuju Mahe.

Jurnalis: Ebed de Rosary/ Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary







Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: