RABU 16 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Sejumlah Massa Yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendatangi  gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).


Massa petani yang tergabung dalam APTI menuding FCTC untuk kepentingan asing.




Mereka menolak ratifikasi konvensi pengendalian tembakau melalui Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) karena dinilai tidak perlu dilakukan karena Indonesia telah memiliki kebijakan yang mengatur tentang kesehatan.


"Kami menolak  Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) karena cuma mematikan industri rokok nasional," seru Koordinator APTI, Agus Tarmuzi di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu, (16/11/2016).

Untuk itu, Massa meminta agar para wakil rakyat yang duduk di parlemen Senayan, lebih memihak kepada para petani, ketimbang para pemodal. Tekad mereka selalu berjuang habis-habisan. Siapapun orang yang menzalimi petani, akan dilawan.

"Jangan hanya membuat penelitian, petani tembakau diinjak injak oleh kepentingan asing," teriak pendemo

Anggota komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun keluar menemui pendemo menyatakan bahwa dirinya sepakat dengan massa yang meminta petani disejahterakan. 

"Saya sebagai inisiator akan mengawal aspirasi kalian," pungkasnya

Sementara itu, ditempat yang sama, Wakil ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Subagyo merespons positif yang yang dipaparkan oleh Petani Tembakau.

Firman mengakui bahwa petani Indonesia teraniaya karena kepentingan asing. Oleh sebab itu, dirinya menghimbau kepada para ilmuwan untuk membuka hati, membuka pikiran,  untuk lebih memihak kepada para petani.

"Jangan sampai karena kepentingan asing, kepentingan yang didanai asing, rakyat kita menjadi sengsara. Saya akan mendesak pimpinan DPR supaya Rancangan Undang-undang  Pertembakauan segera disahkan," tuturnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: