SELASA 15 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN---Pasca kebakaran SPBU Dodo 64.761.03 PT Kinimaju KM 1 Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Pertamina meminta kepada seluruh pengelola SPBU melalui Hiswana Migas Kalimantan untuk memperhatikan standar keselamatan pengelolaan SPBU. Hal itu ditegaskan Area Manager Communication & Relations Kalimantan, Dian Hapsari.

Bekas SPBU yang telah terbakar.
Menurutnya, saat ini Pertamina masih menunggu hasil investigasi yang berlangsung dari kepolisian, hasil tersebut akan diperhatikan untuk memberikan sanksi bagi pengelola SPBU.

"Tindakan pemutusan hubungan usaha akan dilakukan, jika ada pelanggaran yang terulang bagi pengelola SPBU," katanya saat dihubungi Selasa, (15/11/2016).

Selain mengeluarkan surat penegasan standar keamanan, Pertamina juga mengeluarkan surat penegasan kepada pengelola SPBU untuk tidak melayani pembelian dengan menggunakan jerigen baik itu BBM subsidi maupun BBM Non Subsidi.

"Untuk wilayah pedalaman Kalimantan pengisian dilakukan melalui drum harus mendapatkan surat rekomendasi dari SKPD setempat dan waktu pengisian dilakukan dengan pengaturan khusus," jelas Dian.

Ia menambahkan edukasi dan pelatihan-pelatihan yang berdampak pada operasional keamanan, salah satunya adalah pelatihan safetyman yang melibatkan hingga ke level operator SPBU terus dilakukan.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: