SABTU, 5 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menyatakan bahwa mereka sangat menyesalkan pernyataan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Irjen) Mohammad Iriawan tadi malam.


Sebelumnya, Kapolda sempat mengaitkan HMI sebagai pemicu dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi pada saat ribuan massa menggelar aksi demo untuk menuntut kepada Pemerintah untuk segera mengusut perkara dugaan penistaan Agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, calon Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang dipusatkan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat malam (4/11/2016).

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral M. Iriawan diduga sempat menyebutkan dan menuding bahwa HMI adalah salah satu pihak yang diduga menjadi penyebab atau dalang yang memprovokasi massa sehingga menimbulkan terjadinya kerusuhan yang diwarnai dengan tembakan gas air mata pada saat berlangsungnya aksi unjuk rasa ribuan ormas Islam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Demikian pernyataan resmi yang disampaikan secara langsung oleh Mulyadi P. Tamsir, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI kepada para awak media saat menggelar acara jumpa pers di Kantor Sekretariat PB HMI di Jalan Sultan Agung No. 25 A, Kecamatan Guntur, Jakarta Selatan, Sabtu sore (5/11/2016).

Mulyadi P. Tamsir, Ketua Umum PB HMI mengatakan "HMI sebelumnya sangat menyesalkan terkait dengan adanya pernyataan atau tudingan dari Kapolda Metro Irjen Pol. M. Iriawan bahwa HMI diduga sebagai pihak yang memprovokasi aksi massa, maka kami tegaskan sekali lagi bahwa HMI sama sekali tidak terlibat dan tidak tahu menahu terkait apa yang sebenarnya terjadi pada saat menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat" katanya saat jumpa pers di kantornya, Sabtu sore (5/11/2016).

"Tudingan yang dialamatkan kepada HMI tersebut sama sekali tidak benar, posisi kawan-kawan mahasiswa HMI pada saat berlangsungnya aksi unjuk rasa berada di bagian paling depan, jadi sangat tidak masuk akal kalau HMI dituding sebagai pemicu terjadinya aksi kerusuhan antara massa pengunjuk rasa dengan aparat keamanan, HMI juga turut prihatin dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut, kami himbau kepada seluruh kader-kader HMI di seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi" kata Mulyadi P. Tamsir kepada wartawan di Jakarta.
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: