SELASA, 29 NOVEMBER 2016

OLEH: INDRAYADI T HATTA

PAPUA---Inilah perjalanan mata uang Republik Indonesia yakni rupiah kelipatan kecil ke Pegunungan Tengah Papua. Tepatnya di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat hingga Senin (25-28/11/2016) guna mendukung kebijakan BBM Satu Harga Se-Nusantara. Khususnya di Provinsi Papua dan juga penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) kepada pedagang dan masyarakat di sejumlah tempat.

Tim kas keliling ini membawa sejumlah uang, yakni UPK kertas masing-masing Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu dan Rp 1000. Juga UPK logam yakni Rp 500, Rp 200, Rp 100 dan Rp 50 dengan jumlah kurang lebih Rp 1,5 miliar.

Tim kas keliling Bank Indonesia membuka posko penukaran uang di Dekai Kabupaten Yahukimo.
Uang pecahan kecil ini didrop langsung oleh tim Bank Indonesia perwakilan Papua menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dari Kabupaten Jayapura menuju Timika dan berakhir di Kabupaten Yahukimo. Persinggahan pertama di Kabupaten Timika, Jumat (25/11/2016) yang rencananya berlanjut ke Kabupaten Yahukimo sekitar pukul 12.00 WIT, terpaksa diundur Sabtu (26/11/2016).

Akibat keterlambatan terbang dari Kabupaten Jayapura menuju Timika. Sehari di Timika, UPK yang dititipkan di Bank Mandiri cabang Timika dibawa menuju ke Bandara Moses Kilangin terminal VIP Timika melakukan persiapan drop UPK ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, menggunakan pesawat maskapai penerbangan Susi Air.

Sejam kemudian sekitar pukul 8.50 WIT pesawat mendarat di Bandara Nop Goliat, Dekai, Kabupaten Yahukimo, UPK langsung didrop ke Bank Papua cabang Yahukimo dan dipisahkan, modal untuk perbankan dititipkan di Bank Papua, selanjutnya modal kas keliling untuk masyarakat dibawa oleh tim untuk dilakukan penukaran kepada masyarakat.
Tim kas keliling Bank Indonesia melayani dengan baik keinginan masyarakat Papua dalam memperoleh uang pecahan rupiah.
Selanjutnya, tim kas keliling penukaran uang pecahan kecil menuju APMS Kaluku Mas di kompleks Paradiso sekaligus mendukung kebijakan Presiden RI Joko Widodo tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga. Di tempat ini terlihat antrian pengendara roda dua dan roda empat membeli BBM jenis premium (bensin) dengan harga Rp 6.450.

Pengisian tersebut dibuka sejak pukul  07.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT, kurang lebih enam jam dibukanya APMS Kaluku Mas ini, yang menjadi tumpuan satu-satunya para pengendara roda dua maupun empat untuk mengisi tangki kendaraan mereka. Harga BBM yang ganjil dan terbatasnya uang kecil pengembalian membuat masyarakat memahami apabila harga BBM itu sendiri digenapkan menjadi Rp 6.500 bahkan sampai Rp 7.000.

Kedatangan kas keliling seakan membuat pencerahan bagi pengelola APMS tersebut, dimana uang pecahan kecil sangat dibutuhkan guna mengikuti harga yang telah diterapkan pemerintah sesuai harga BBM satu Nusantara, Indonesia.

"Bensin di sini harganya sudah ikuti kebijakan pemerintah, sebelumnya Rp 7.500, memang kami kekurangan uang kecil, terima kasih Bank Indonesia atas kas keliling penukaran uang kecilnya," kata Decky di Yahukimo, Sabtu (26/11/2016) lalu.

Setelah melakukan transaksi penukaran UPK, tim kembali melanjutkan perjalanannya.  Terdapat deretan kios, warung, dan usaha menengah ke bawah lainnya. Tanpa berpikir panjang, tim kas keliling langsung menggelar lapak dadakan untuk membuka penukaran uang kecil maupun uang lusuh. Kurang lebih tiga jam lamanya, tim melayani para pedagang maupun pengusaha lainnya dilapak kas keliling tersebut, dan dikawal ketat dua anggota Brimob Polda Papua. Walaupun panasnya matahari menerpa tim, mereka terus dan terus melayani permintaan masyarakat untuk menukarkan uang pecahan kecil mereka. Sekitar pukul 12.57 WIT, Asisten III bidang administrasi Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Naftali Elopere, mengunjungi kas keliling tersebut untuk melihat secara langsung proses dan antusiasme masyarakat dengan adanya kegiatan yang dimotori Bank Indonesia itu. Tak ketinggalan pejabat Pemkab ini turut ambil bagian dalam proses penukaran uang pecahan kecil.

"Kami dari Pemkab Yahukimo mewakili masyarakat berterima kasih dan bersyukur atas adanya BBM satu harga, di mana Bank Indonesia bisa hadir di  kabupaten ini untuk mendukung kebijakan Bapak Presiden Jokowi dengan progam kas kelilingnya terlebih khusus menukarkan uang pecahan kecil ke penyalur-penyalur BBM di Dekai," kata Naftali.

Menurutnya, selama ini masyarakat Yahukimo serta pegawai negeri yang ada termasuk para pedagang-pedagang sangat membutuhkan uang kecil.

"Selama ini kami butuh uang kecil, kalaupun ada pasti uangnya kotor dan lusuh. Kebetulan kita cari harus yang lebih bersih. Ternyata BI bisa hadir di sini untuk melakukan penukaran uang-uang kecil," ujarnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.45 WIT, tim kas keliling berpindah ke kas keliling ketiga di kompleks Ruko Dekai melakukan hal yang sama yakni menggelar penukaran uang pecahan kecil kepada pedagang dan masyarakat pada umumnya.

"Di kampung kami, uang kecil sangat susah. Selama ini warga saat mau membeli ubi jalar ke warga lainnya dan tidak ada uang kecil, mereka lakukan penukaran barang saja tidak gunakan uang, karena kalau uang besar Rp 100 ribu tak ada kembalian kami lakukan barter saja," kata Kepala Kampung Salbi, Distrik Soloikma, Mika Soma.

Dalam waktu beberapa jam saja, uang pecahan kecil berjumlah satu miliar lima ratus lima puluh lima juta tujuh ratus ribu rupiah yang dibawa, telah berkurang sebagian. Selanjutnya tim membuka lapak kas keliling di pasar lama Dekai.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta




Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: