MINGGU, 13 NOVEMBER 2016

LAMPUNG --- Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur merupakan daerah yang diberi anugerah kondisi alam memadai untuk usaha sektor pertanian dan perkebunan. Kondisi tanah yang subur, sarana irigasi yang memadai dan akses jalan pengubung antar beberapa kabupaten membuat kecamatan di perbatasan tersebut dikenal sebagai sentra pembibitan tanaman berbagai jenis sejak puluhan tahun silam. Beberapa kelompok usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dalam bidang pembibitan pun berkembang pesat baik dari skala rumahan hingga usaha yang sudah membentuk badan usaha dan dikelola dengan serius sebagai sumber utama penghasilan warga.


Salah satu warga yang menekuni usaha pembibitan berbagai jenis tanaman diantaranya Doni (45) yang mulai memulai usaha pembibitan sejak tahun 1998. Ia mengaku awalnya Pekalongan memang dikenal sebagai sentra pembibitan buah saat itu buah rambutan, mangga, kelengkeng serta berbagai buah lainnya. Usaha tersebut juga masih terbatas ditekuni oleh beberapa orang hingga akhirnya ditekuni oleh warga lain karena usaha pembibitan cukup menjanjikan bagi warga. Beberapa warga bahkan sepakat membentuk kelompok pembibitan untuk memudahkan dalam usaha pemasaran diantaranya mengkhususkan dalam bidang bibit bunga, buah serta pemasaran.

"Awalnya memang hanya ditekuni beberapa orang tapi karena hasilnya cukup menjanjikan sehingga banyak warga lain ikut usaha seperti saya, tapi ini justru semakin meningkatkan nilai jual dan juga Pekalongan semakin dikenal sebagai sentra pembibitan,"ungkap Doni saat berbincang dengan Cendana News di Jalan Lintas Pekalongan arah Sukadana, Minggu (13/11/2016).

Selanjutnya sektor usaha pembibitan tersebut berkembang, beberapa membudidayakan berbagai jenis bibit secara pribadi dan berkelompok dalam usaha bidang tanaman holtikulura (buah), kehutanan (kayu keras), perkebunan (industri), tanaman bibit penghijauan, tanaman bernilai seni seperti tanaman buah dalam pot (Tabulampot) dan elemen penghias taman diantaranya bunga dan pot, jasa pembuatan taman serta berbagai perlengkapan dalam bidang pertanian.

Doni mengungkapkan tanaman bibit berbagai jenis yang diproduksi warga diantaranya dalam bentuk okulasi, sambung, cangkok,stek dan biji. Berbagai jenis bibit yang dihasilkan dengan berbagai cara tersebut menurut Doni dipasarkan dengan harga yang disesuaikan dengan jenis tanaman, bentuk pengadaanya, ukurannya, nilai seninya dan jumlah (volume) pembeliannya. Selain diusahakan secara pribadi oleh warga Pekalongan beberapa membentuk kelompok usaha pembibitan dengan cara pemasaran di pinggir jalan dan sebagian menggunakan cara pemasaran menggunakan kendaraan memasarkan bibit hingga keluar daerah diantaranya ke kabupaten lain.

"Kalau yang masih memiliki modal minim awalnya hanya memajang bibit yang sudah diusahakan di pinggir jalan terutama pinggir jalan sangat strategis bagi yang berminat akan mampir dan membeli sementara yang memiliki modal menjual dengan menggunakan kendaraan motor atau mobil,"ungkap Doni.

Sepanjang beberapa kilometer hingga batas kota Metro di Jalan Lintas Pekalongan Lampung Timur setiap orang yang melintas bahkan bisa memiliki banyak pilihan. Bagi kaum ibu dan wanita yang menyukai berbagai jenis bunga menarik dans ang suami yang mencintai tanaman buah buahan bahkan bisa memilih berbagai jenis bibit yang dijajakan dipinggir jalan pada rumah rumah serta bangunan bangunan sederhana lengkap dengan jaring khusus untuk menjaga kondisi bibit yang mereka jual.

Beberapa contoh tanaman yang dijual di sepanjang jalan raya Pekalongan Lampung Timur berdasarkan pantauan Cendana News diantaranya tanaman buah diantaranya Mangga berbagai jenis, Durian, Kelengkeng,Alpokat, Duku, Manggis, Nangka, Sukun,Dondong,Rambutan, Jambu, Jeruk, Belimbing, Sawo, Matoa, Leci, Salak dan lain lain. 

Sementara itu bibit tanaman kehutanan yang dijual diantaranya akasia biji, medang, pule biji, afrika biji, trembesi, jabob, waru, jambon serta berbagai jenis tanaman kehutanan lainnya. Tanaman perkebunan diantaranya ketapang, tanjung, glodokan, cendana serta berbagai jenis tanaman lain dengan berbagai variasi harga. Segala jenis tanaman tersebut dijual dengan menyesuaikan ukuran dan harga dari kisaran Rp5.000 hingga 8.500 per bibit.

Harga yang lebih mahal berdasarkan keterangan Doni dijual dalam bentuk tanaman buah dalam pot. Beberapa jenis tanaman buah dalam pot yang dijual diantaranta Kelengkeng varietas impor jenis kelengkeng dengan harga Rp600.000 untuk yang belum berbuah dan seharga Rp1.200.000 untuk yang sudah berbuah. Sementara jenis tanaman sawo, belimbing, nangka, jambu air, kedondong, nangka dengan harga masing masing sekitar Rp400.000 untuk tanaman yang belum berbuah dan sekitar Rp600.000 untuk tanaman yang sudah berbuah.

Sektor usaha pembibitan tersebut juga ikut menyokong sektor usaha lain diantaranya toko penyediaan bahan pot, plastik polybag, jaring dan berbagai alat pertanian yang juga banyak terdapat di kawasan tersebut. Sementara usaha kecil yang memiliki imbas positif langsung dari adanya sektor usaha pembibitan diantaranya pot anyaman bambu. Salah satunya Sodikin (45) yang membuat keranjang bibit yang berfungsi seperti polybag untuk pembibitan.

"Kalau memakai polybag biasanya untuk jenis tanaman bunga tapi untuk buah para pembibit menyukai menggunakan keranjang kecil yang kami buat karena lebih awet dan menahan akar dengan baik,"ungkap Sodikin.


Menganyam bambu untuk keranjang buah ditekuni Sodikin disamping menyokong usaha sang anak yang juga memiliki usaha penjualan bibit. Tempat menampung bibit berupa keranjang bambu tersebut biasanya dijual oleh Sodikin dengan harga Rp70-Rp100 per keranjang. Harga setiap keranjang tersebut dijual ke konsumen dengan harga Rp 120 rupiah dan bagi pengecer mendapat keuntungan sebesar Rp20 perbuah.

Salah satu pembeli bibit buah kelengkeng, Somad (34) mengaku sengaja membeli sebanyak 4 bibit buah kelengkeng untuk ditanam di kebun yang baru dibelinya. Ia mengaku kerap membeli bibit selain untuk ditanam sendiri juga dibeli untuk oleh oleh bagi saudaranya yang berada di kabupaten lain. Harapan ke depan saat tanaman tamanan tersebut berbuah akan menjadi kenangan bagi saudara yang mendapat hadiah bibit buah darinya.
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: