KAMIS 24 OKTOBER 2016

LAMPUNG---Jika Ibukota punya Jakarta Fair, maka  Lampung Selatan punya Lampung Selatan Fair (LSF) di lapangan Cipta Karya Kalianda Lampung Selatan. yang telah dibuka sejak 23 November kemarin.  Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM)  tampak melakukan pemajangan beberapa produk hasil usaha yang mereka telah jalankan dan tekuni.

Sejumlah stand di lSF.
Selain beberapa tenda sarnafil yang diisi oleh stan dari sebanyak 17 Kecamatan di Lampung Selatan, puluhan stand satuan kerja perangkat daerah (SKPD) beberapa pelaku usaha mikro kecil menengah juga ikut berpartisipasi memasarkan produknya dengan cara membuat stan khusus dan sebagian menginduk pada dinas atau instansi yang mebidanginya. Misalnya saja, pelaku usaha kreatif pengolahan rumput laut diantaranya menginduk pada balai penyuluh pertanian, perikanan,perkebunan dan kehutanan (BP4K).

Salah satu kelompok usaha kreatif pembudidayaan lebah asal Desa Pematang Pasir Kecamatan Ketapang,An Nahl, bahkan menyiapkan ratusan botol madu produk ternak lebah berbagai ukuran. Salah satu penunggu stan, Ahmad (34) mengungkapkan kelompok budidaya lebah yang merupakan binaan dari Dinas Kehutanan merupakan salah satu kelompok yang telah memproduksi madu lebah serta produk lain berupa bipolen,tar,lilin serta produk hasil dari budidaya lebah yang rutin mengikuti berbagai gelaran pameran sekaligus memasarkan produk bermutu dari lebah. Seperti pameran tahun tahun sebelumnya ia bahkan mengaku bisa menjual ratusan botol madu berbagai ukuran dan produk dari lebah lainnya.

LSF2016_Poduk perkebunan khas Lampung Selatan Kelapa Puan Kalianda (KPK) yang ditampilkan dalam Lampung Selatan Fair 2016.
"Lampung Selatan Fair dan juga kegiatan pameran lain menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan produk, menjualnya dan tentunya memperkenalkan bagi pelaku usaha kreatif lain yang ingin belajar teknik budidaya lebah langsung di desa kami,"ungkap Ahmad saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (23/11/2016).

Ia mengungkapkan gelaran Lampun Selatan Fair 2016 juga menjadi ajang pertemuan para pelaku usaha kreatif lain dari luar daerah yang juga menampilkan produk kerajinan, olahan pangan, serta usaha kreatif yang ada di setiap desa dengan kekhasan dan ciri keunggulan masing masing. Selain menampilkan produk untuk dikenal secara luas, Ahmad yang menekuni usaha budidaya lebah madu juga berharap selama pameran tersebut ia bisa memperoleh omzet penjualan yang menguntungkan sebab selama ini pemasaran produk madu yang dilakukannya masih dilakukan dengan promosi dan dijual dengan sistem online. Semakin dikenalnya produk madu miliknya diharapkan akan memberi dampak ekonomi yang lebih baik bagi pelaku usaha kecil dibidang perlebahan.

Usaha kreatif lain di sektor budiaya dibawah bimbingan BP4K Lampung Selatan d iantaranya pengolahan rumput laut yang ada di Kecamatan Ketapang. Rumput laut yang selama ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat di wilayah pesisir pantai tersebut menjadi berbagai produk olahan yang bisa menambah nilai ekonomis bagi petani diantaranya diolah menjadi bahan baku pembuatan agar agar, dikeringkan dan jika pengunjung berniat mencicipi segarnya es rumput laut juga bisa langsung mencicipi.

Sajian tersebut merupakan usaha kreatif yang kini mulai diperjualbelikan sebagai salah satu hasil olahan produk kelautan. Sementara itu berbagai produk hasil pertanian,perkebunan, kerajinan tangan setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, keunggulan destinasi wisata pun ditampilkan dalam gelaran Lampung Selatan Fair 2016.

Kecamatan Rajabasa yang kaya akan potensi kelautan dan pariwisata daru pantauan Cendana News menampilkan destinasi wisata Gunung Anak Krakatau dan beberapa pantai yang ada di pesisir Selat Sunda. Kecamatan Tanjungsari yang menjadi sentra budidaya sapi peranakan ongolo (PO) juga menampilkan produk peternakan sekaligus produk turunan olahan dari peternakan sapi. Kecamatan Sragi dengan sentra buah naga dan buah semangka juga menampilkan produk hasil pertanian masyarakat yang langsung bisa dinikmati oleh pengunjung.

"Ajang ini menjadi sangat menarik sekali terutama bagi mahasiswa, wiraswastawan untuk mengintip pelaku pelaku usaha kreatif dan usaha lain diberbagai bidang syukur syukur bisa diterapkan di rumah,"ungkap Santi salah satu pengunjung.

Ia juga mengaku pengunjung juga bisa melihat dari dekat setiap stan yang menampilkan produk produk menarik terutama hasil kerajinan kerakyatan yang ada di Lampung Selatan diantaranya tenun sulam usus motif tapis. Selain melihat lihat pengunjung juga bisa menikmati jajanan atau kuliner tradisional yang bisa dinikmati setelah lelah berkeliling mengunjungi pameran LSF 2016.

Transaksi Sudah Terjadi Sebelum Pameran


Menurut asisten ekonomi pembangunan Sekdakab Lampung Selatan Erlan Murdiantono, kegiatan yang dilakukan setiap tahun bertepatan dengan peringatan ulang tahun Kabupaten Lampung Selatan ke-60 merupakan ajang mempromosikan semua potensi positif yang ada di Lampung Selatan. Potensi yang ada di Lampung Selatan diantaranya di bidang ekonomi kerakyatan, kepariwisataan, pembangunan, perdagangan, industri kreatif dan sektor sektor lain yang ditunjukkan dengan kehadiran setiap wakil dari instansi yang ada di pemkab Lampung Selatan maupun masyarakat dan swasta.

Erlan menuturkan, LSF 2016 yang juga merupakan kegiatan pameran pembangunan berbeda dengan tahun tahun sebelumnya karena pengunjung masyarakat umum bisa menikmati berbagai hiburan, menikmati sajian kuliner, atau membeli produk produk kerajinan lokal dan diberi kesempatan memperoleh doorprize (kejutan) yang telah disediakan panitia. Antusiasme peserta juga terlihat dengan sudah berdirinya stan stan yang berupa tenda khusus dan peserta LSF 2016 telah melakukan aktivitas memajang berbagai barang yang akan dipamerkan bahkan sebagian sudah aktif melakukan transaksi sejak sepekan sebelum LSF 2016 dibuka.

Sejak sebelum pelaksanaan LSF 2016 Erlan bahkan mengajak setiap usaha mikro kecil menengah (UMKM) terlibat dalam kegiatan tersebut sehingga sebelum dibuka dari sebanyak 102 tenda yang disediakan panitia ludes terjual.Sementara itu Dinas Koperasi,UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) selaku panitia penyelenggaraan LSF 2016 yang akan berlangsung dari 23 November hingga 2 Desember juga telah jauh jauh hari melakukan persiapan. Kepala Bidang promosi dan Pengembangan Usaha Diskoperindag dan UMKM, Irhamni,menegaskan partisipasi peserta cukup memuaskan pada tahun ini dengan terlihat banyaknya keikutsertaan peserta. Ia bahkan mencatat semua kalangan usaha kecil menengah dipastikan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Ada kekhasan dalam pelaksanaan tahun ini,  setiap stan wajib memasang penjor dengan lampu hias dan nanti akan mendapat penilaian khusus dengan mendapat piala bupati Lampung Selatan,"ungkap Irhamni.

Tenda sarnafil yang dikhususkan bagi peserta menurut Irhamni bagi setiap SKPD dan kecamatan akan digratiskan sementara bagi pelaku usaha kecil dan swasta lokal maupun luar daerah akan dikenakan tarif sewa sebesar Rp4juta per peserta dan BUMD sebesar Rp5juta selama 10 hari acara LSF 2016 berlangsung. Pemungutan biaya sewa juga menurut panitia ditangani oleh pihak Even Organizer (EO) dalam penyelanggaraan pameran tersebut.

LSF2016_Seorang pengunjung mencicipi produk olahan es rumput laut


Jurnalis: Henk Widi/Edito: Irvan Sjafari/Foto; Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: