RABU 2 NOVEMBER 2016

MAUMERE --– Pelindo III Cabang Maumere yang mengelola Pelabuhan Laurens Say Maumere dan Pelabuhan Ipi Ende merencanakan membangun terminal khusus penumpang dan pelabuhan kapal penumpang di sisi timur Pelabuhan Laurens Say Maumere.
Areal gudang veem yang akan dibangun terminal penumpang dan pelabuhan kapal penumpang.


Demikian disampaikan General Manager Pelindo III cabang Maumere, Ardhy Wahyu Basuki kepada Cendana News yang menemuinya di kantornya Rabu (2/11/2016).

Dikatakan Ardhy,pembangunan terminal penumpang direncanakan dimulai pada 2017 ini dengan mengambil lokasi di sisi timur pelabuhan Laurens Say Maumere di areal bekas gudang Veem milik Pemda Sikka.

“Kami akan lakukan tukar guling gudang Veem dengan pemda Sikka tapi sebelumnya akan di audit dulu oleh auditor independen tentang nilai gudang tersebut,“ ujarnya.

Bila pembangunan terminal selesai, tambah Ardhy, baru akan dilanjutkan dengan pembangunan pelabuhan khusus kapal penumpang. Dengan demikian dua pelabuhan yang ada saat ini akan difungsikan menjadi pelabuhan bongkar muat barang dan peti kemas.
GM Pelindo III cabang Maumere, Ardhy Wahyu Basuki.


Disebutkan, selama ini terjadi ketidakteraturan akibat pelabuhan penumpang dan barang disatukan. Padahal seharusnya, pelabuhan peti kemas tidak boleh dilintasi oleh orang yang tidak memiliki kepentingan.

“Pelabuhan peti kemas harus steril dari aspek keselamatan dimana tidak boleh ada masyarakat yang  mondar-mandir di areal ini,” terangnya.

Dengan dibangunnya terminal penumpang baru berkapasitas 1.500 orang, ungkap Ardhy,penumpang kapal lebih nyaman dan aman. Setelah terminal penumpang rampung dilanjutkan dengan pembangunan pelabuhan khusus kapal penumpang sepanjang 150 meter.

Selain itu, dermaga baru yang dibangun Kementrian Perhubungan di sisi barat yang sedang diperpanjang menjadi 160 meter. Direncanakan dermaga ini nantinya akan dikelola Pelindo menjadi pelabuhan peti kemas.

Pada 2017 pun bebernya, Pelindo akan menata pelabuhan dengan membagun pagar, pemasangan lampu dan lantai serta jalan. Pembangunannya akan dilakukan bertahap mengingat semakin hari aktifitas bongkar muat barang meningkat.

Dipaparkan Ardhy, rata-rata  per bulan terdapat 8 kapal peti kemas yang bongkar muat di pelabuhan Laurens Say Maumere.  Jumlah kapal yang masuk menurun tetapi jumlah barangnya meningkat sebab kapal yang dipergunakan berukuran lebih besar.

“Eranya mulai bergeser dimana hampir semua barang yang masuk ke pelabuhan Laurens Saya Maumere sudah mempergunakan peti kemas,“ tutupnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: