SENIN, 28 NOVEMBER 2016
MAUMERE---Pembangunan puskesmas Uwa di Pulau Palue Kecamatan Palue Kabupaten Sikka dengan mempergunakan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016 sebesar 1,68 miliar rupiah terancam gagal.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, saat ditemui media di kantornya, Senin (28/11/2016) siang.

Dinas Kesehatan, sebut Maria, sudah beberapa kali memanggil kontraktor pelaksana agar segera melanjutkan pengerjaan dan saat kunjungan dari dinas Kesehatan ke Palue juga kontraktor sudah diberi tahu begitu pun para pekerjanya.


Panorama Pulau Palue Kecamatan Sikka yang menjadi lokasi pembangunan puskesmas Uwa.
“Saya selaku Kepala Dinas, Pak Sekretaris Dinas dan PPK juga sudah turun mengecek. Tapi pekerjaannya juga belum beres dan kami akan mengambil langkah sesuai Perpres 54," sebutnya.

Pekerjaan pembangunan puskesmas ini, lanjut Maria, dilakukan dengan pemilihan langsung dan dikerjakan oleh CV Putra Nusantara dengan waktu pengerjaan 120 hari kerja. Waktu pengerjaannya akan berakhir tanggal 12 Desember 2016.

“Kami sudah mencairkan  uang muka sebesar 30 persen  namun pekerjaan fisiknya baru 19.8 persen saja,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Maria Bernadina Sada Nenu, MPH.
Dinas Kesehatan, lanjutj Maria, sudah menggelar rapat kontrak kritis dan jika tidak selesai juga pembangunannya, maka akan dilakukan pemutusan kontrak sesuai aturan yang berlaku. Masalah tanah awalnya menjadi kendala setelah proyek ditetapkan, belum ada pembebasan tanah untuk lokasi puskesmas.

“Kami sudah lakukan fasilitasi bersama Asisten I dan pemerintah desa serta kecamatan dan disepakati nanti masalah tanah akan disiapkan dana dari Dinas Kesehatan Sikka,” terangnya. Namun setelah disepakati dan kontraktor hendak bekerja, beber perempuan asal Nagekeo ini, akses jalan ke lokasi jadi masalah. Sebab pemilik tanah tidak memperbolehkan tanahnya dilewati oleh kendaraan proyek. Mediasi pun kembali dilakukan dan pemilik tanah bersedia lahannya dipakai untuk dilewati kendaraan proyek.Namun ada kendala berikutnya di mana tidak ada air tawar sehingga kontraktor harus mengebor air.

“Proyek ini merupakan usulan dari Musrembang desa dan kecamatan di mana lahan untuk puskesmas disiapkan, namun saat hendak dikerjakan, rupanya lahannya belum disiapkan,” sesalnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: