SELASA 22 NOVEMBER 2016

MAUMERE – Pemerintah pusat melalui pemerintah daerah Kabupaten Sikka tentunya tidak ingin menyusahkan masyarakat. Pemerintah membangun waduk untuk kepentingan masyarakat namun masyarakat jangan sampai ditelantarkan.

Suasana sosialisasi pembangunan Waduk Napung Gete.


Demikian disampaikan Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera dalam sosialisasi terkait pembangunan waduk Napung Gete di Desa Ilimedo Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Senin (21/11/2016) sore.  Dikatakan Ansar, terkait masalah pembebasan lahan dan ganti rugi, pihak Badan Pertanahan Nasional sedang melakukan pengukuran di atas lahan yang nanti ya akan dibangun waduk. Setelah itu tim apraisal atau penilai akan menghitung berapa nilai ganti rugi yang harus dibayarkan.

“Tim penilai ini bekerja indpenden dan sangat kredibel. Tidak ada yang bisa mengintervensinya bahkan saya sendiri pun belum mengetahui berapa harga ganti ruginya,” tegasnya.

Peletakan batu pertama pembangunan waduknya sebut Ansar akan dilaksanakan pada 13 Desember 2016 oleh presiden RI Joko Widodo. Ini berita gembira sebab kapan lagi presiden akan berkunjung ke Sikka apalagi ini ke desa.

Mantan Sekda Ende ini juga meminta agar masyarakat  agar bisa segera membangun jalan dari depan  jalan desa ke lokasi waduk dan tempat upacara serta tempat pendaratan helikopter nantinya.

“Kami harap agar masyarakat bisa mengijinkan agar setelah ritual adat nanti kami bisa segera lakukan penggusuran. Yang penting jangan sampai menyusahkan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu ketua DPRD Sikka  Rafael Raga,SP menjelaskan proses pembangunan waduk di mana semua tempat di Kabupaten Sikka sudah disurvei hingga akhirnya ditentukan di Desa Ilimedo dan Werang.

Pengerjaan pembangunan waduk ini lanjut Rafael melibatkan banyak orang dan menggunakan keuangan negara untuk itu dukungan penuh masyarakat sangat dibutuhkan demi kelancaran pembangunan.

“Forum yang dibentuk para pemilik lahan yang terkena pembangunan waduk dibentuk untuk memfasilitasi masyarakat untuk bicara, bukan berarti masyarakat mewakilkan semuanya ke forum,” tandasnya.

Putra Tana Ai ini pun menjamin masyarakat akan mendapatkan ganti untung bukan malah merugikan masyarakatnya  yang nota bene sesama etnis Tana Ai.

Usai tim penilai menentukan harga maka pemerintah harus segera lakukan pembayaran. Terkait pembayaran ganti rugi, Rafael pastikan bahwa sebelum bulan

Desember sudah dibayarkan kepada 19 pemilik tanah dimana sudah disiapkan dana  miliar rupiah dari APBD Sikka. Sementara bagi pemilik tanah lainnya akan dibayarkan pada 2017.

“Pembayaran ganti rugi aturannya harus ditentukan oleh tim penilai dan kami juga tidak berwenang. Saat pembayaran pun  jaksa akan hadir guna memastikan tidak ada pelanggaran,” bebernya.

Disaksikan Cendana News, dalam tatap muka dan sosialisasi yang kali ini dipusatkan di rumah warga yang berada persis di jalan masuk menuju lokasi waduk Desa Ilimedo, situasi sempat tegang saat awal.

Warga mengatakan mendukung pembangunan waduk dan tidak mungkin ingkar janji namun pemilik tanah meminta agar pembayaran ganti rugi semuanya bisa dilakukan Desember  2016 jangan dibagi menjadi 2 tahap.

Selain itu warga juga meminta agar jangan sampai nilai ganti rugi membuat para pemilik tanah mengalami kerugian dan hidup sengsara.Namun setelah dijelaskan oleh Bupati dan Ketua DPRD Sikka serta disepakati membuat berita acara, kedua pihak akhirnya mencapai kata sepakat.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: