KAMIS, 24 NOVEMBER 2016
MAUMERE--Pembangunan waduk Napung Gete di Desa Ilimedo dan Werang Kecamatan Waiblama di atas lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat hendaknya bisa mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Demikian disampaikan Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, usai ritual adat pembukaan jalan menuju ke lokasi Waduk Napung Gete di Desa Ilimedo, Kamis (24/11/2016).

Dikatakan Ansar, dukungan masyarakat masih dibutuhkan oleh pemerintah dan kontraktor hingga diselesaikannya pembangunan waduk yang rencananya akan berakhir tahun 2020 mendatang.

Para tetua adat turut hadir dalam pertemuan usai menggelar ritual adat Tie Uhe.
“Pembangunan waduk ini diharapkan dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, terutama di bidang pertanian, peternakan, dan pariwisata,” ujarnya.

Ansar juga  menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang begitu antusias dan pro aktif untuk pembangunan waduk Napung Gete. Masyarakat sudah bersedia memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk mulai bekerja meski ganti rugi sedang dalam proses.

Menjawab permintaan warga terkait perekrutan tenaga kerja lokal dalam proyek ini, mantan Sekda Ende ini menjamin bahwa pihak kontraktor akan mempergunakan tenaga kerja lokal di luar tenaga ahli.


Bupati Sikka, Dandim1603 Sikka, Ketua DPRD Sikka, beserta para pejabat sedang sosialisasi pembangunan Waduk Napung Gete.
“Saya berharap agar kelemahan pekerja kita yang tidak disiplin dan tepat waktu perlu dirubah agar tetap dipercaya bekerja. Kita harus bekerja sesuai jam kerja yang ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim1603 Sikka, Letkol Inf. Abdullah Jamali, SIP juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat karena mendukung pemerintah membangun waduk.

“Saya berharap agar masyarakat bisa menjaga keamanan dan lingkungan  agar tetap kondusif sehingga kontraktor dapat bekerja dengan aman dan nyaman hingga pembangunan selesai,” pintanya.

Alat berat sedang menggusur jalan menuju lokasi Waduk Napung Gete di Desa Ilimedo dan Werang Kecamatan Waiblama.
Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, dalam kesempatan tersebut meminta agar kepala desa bersama tokoh adat untuk selalu memperhatikan keselamatan masyarakat umum dan anak-anak selama aktivitas pekerjaan waduk ini terutama dari lalu lintas kendaraan dan pekerjaan fisik. Ke depan, Rafael mengharapkan masyarakat perlu menjaga kelestarian hutan sehingga ketersediaan air tetap ada. Anak-anak sekolah diarahkan untuk sekolah teknik, pertanian, dan tata boga, agar nantinya bisa memanfaatkan potensi waduk ini.

Sebelumnya dilakukan upacara adat Tie Uhe, membuka pintu, sebagai tanda dimulainya sebuah pekerjaan. Dilengkapi rangkaian ritual Piong Ekak untuk meminta restu leluhur sehingga para pekerja bekerja dengan aman hingga tuntas.

Tokoh Masyarakat Ili Medo, Stefanus Bura, S.Pd menjelaskan, acara adat dipimpin tetua adat dusun Uru Ignatius Idong, Romanus Ratong, Fransiskus Siku, serta tetua adat desa Werang Yohanes Jae dan Urbanus Uren. Hadir dalam kegiatan ini, Asisten I Bidang Pemerintahan Drs. Simeon, Penjabat Kepala Dinas PU Agustinus Boy Satrio, Camat Waiblama Patrisius Pedreriko, Kabag Humas Pemda Sikka Germanus Goleng, koordinator teknis pada Satker PJSA provinsi NTT Ishak Mesah SST, tokoh masyarakat, dan pemilik lahan.

Untuk diketahui, pembangunan Waduk Napung Gete  terbagi dalam dua bagian, yakni konstruksi sebesar Rp 897,9 miliar dan konsultan supervisi sebesar Rp 34,7 miliar.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary






Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: