JUMAT, 18 NOVEMBER 2016

MAUMERE --- Masih ada toleransi yang diberikan bila usulan desa pemekaran yang diajukan belum memenuhi syarat. Namun demikian, toleransi yang diberikan akan melewati sebuah kajian dan perhitungan matang apakah syarat ini bisa dipenuhi selama 3 tahun. Demikian disampaikan kepala kantor Pemerintahan Desa (Pemdes) kabupaten Sikka Robertus Ray kepada Cendana News, Jumat (18/11/2016) di kantornya.

Jalan menuju dusun Tanah Hikong yang masuk wilayah usulan desa Ue Legen yang dimekarkan dan berada di kawasan hutan lindung
“Masih ada toleransi, sebab selama tiga tahun masih menjadi desa persiapan sehingga kami akan melakukan kajian apakah syarat ini bisa dipenuhi selama kurun waktu tersebut,“sebutnya menjawab pertanyaan Cendana News terkait usulan pemekaran desa bernama Ue Legen di kecamatan Waigete yang dipersoalkan kepala desa Runut kecamatan Waigete.

Dikatakan Robert, bila syarat jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa masih belum mencukupi, nanti akan dilihat apakah selama tiga tahun bisa memenuhi syarat atau tidak. Selain itu syarat lainnya pun yang tidak sesuai tentu juga akan diperhitungkan.

Kepala kantor Pemerintahan Desa kabupaten Sikka, Robertus Ray
Dijelaskan, terkait wilayah dusun Tanah Hikong yang berada di dalam kawasan hutan lindung dan termasuk dalam wilayah usulan desa pemekaran Ue Legen, tidak ada masalah asal pusat pemerintahan desa tidak berada di daerah ini.

“Warga yang tinggal di dalam hutan lindung dilarang untuk merusak hutan dan tanahnya pun bukan hak milik dan diperjualbelikan. Asalkan semua itu demi pendekatan pelayanan tentunya pemekaran desa ini penting,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kepala desa Runut Petrus Kanisius mempersoalkan pemekaran desa dengan nama Ue Legen yang merupakan penggabungan dari dusun Tanah Hikong desa Runut dan dusun Warut Ddesa Watudiran Kecamatan Waigete. [Baca: Pemekaran Desa Melanggar Undang Undang, Camat Waigete Memperbolehkan].

Pemekaran desa ini  tidak memenuhi syarat sesuai undang-undang desa sebab hanya memiliki 143 kepala keluarga dan 700 jiwa saja sehingga dengan demikian pasti gugur dengan sendirinya. Dalam undang-undang desa syaratnya minimal 200 kepala keluarga atau seribu jiwa.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: