KAMIS, 24 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Maraknya cangkul impor yang masuk ke Indonesia perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah, sehingga harus lebih memperdayakan pandai besi yang memproduksi cangkul di Negara ini. Supaya meski banyak cangkul masuk dari luar negeri mereka tetap bisa bersaing dalam pemasaran produk yang dihasilkan, salah satunya dengan cara diberi bantuan berbagai alat pendukung yang nantinya dapat mempercepat dalam memproduksi cangkul.

Seorang pandai besi di Madura sedang membuat cangkul.

Banyaknya cangkul impor yang masuk Negeri ini akan sangat mengancam terhadap pandai besi yang memproduksi cangkul dalam skala besar, pasalnya perajin cangkul yang hanya menggunakan alat sederhana tidak akan menghasilkan cangkul dengan jumlah banyak dalam waktu cepat. Maka dari itu, memang perlu adanya bantuan dari pemerintah yang dapat menyokong terhadap pandai besi agar bisa menghasilkan cangkul dengan jumlah banyak dalam sebentar.

“Ya kalau masih menggunakan alat tradisional kan produk yang dihasilkan sangat lambat, jadi ketika sudah diserbu cangkul impor jelas pangsa pasarnya akan semakin semakin sempit. Karena di kita kan cuma sedikit, sedangkan yang dari luar Negeri sudah banyak masuk, akibatnya produk yang kita hasil tidak memiliki pangsa pasar,” kata Sutip (33), salah seorang pandai besi di Kabupaten Sumenep, Kamis (24/11/2016).

Disebutkan, bahwa apabila pemerintah memberdayakan para pandai besi yang ada di Negeri ini rasanya semakin tidak khawatir dengan banyaknya cangkul impor yang beredar, sebab dengan alat memadai yang diberikan oleh pemerintah nantinya dapat meningkatkan hasil produksi perajin cangkul yang ada. Sehingga dalam persaingan pasar, cangkul yang di produksi oleh masyarakat di Negara ini juga akan menyerbu pasar secara menyeluruh.

“Ketika dibandingkan memang hasil cangkul yang di produksi pandai besi masyarakat Indonesia tidak kalah saing dengan cangkul impor yang masuk. Hal itu terlihat ketika petani membeli cangkul mesti diperbaiki terlebih dahulu sebelum digunakan, berarti itu sudah menunjukkan bahwa cangkul yang impor sebenarnya tidak cocok ke petani disini,” jelasnya.

Pihaknya berharap pemerintah memperhatikan nasib para pandai besi yang ada di Negara ini, sehingga kedepan produk yang dihasilkan pandai besi tersebut tetap mampu bersaing di pasaran. Karena secara kwalitas produk yang dihasilkan tidak akan kalah saing dengan produk impor yang masuk ke Negeri ini.

Jurnalis: M. Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: