RABU, 2 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Dalam rangka mempertahankan keberadaan budaya dan tradisi yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, perlu adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Hal tersebut akan dapat menjadi penunjang terhadap banyak wisawatan yang akan berkunjung, sebab budaya dan tradisi yang ada memiliki nilai daya tarik yang cukup tinggi.

Abrari Alzael, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep

Selama ini keberadaan budaya dan tradisi yang ada di ujung timur Pulau Madura nyaris tidak diperhatikan oleh pemerintah. Padahal dengan kekayaan itulah daerah tersebut bisa dikenal dan diketahui secara luas, sehingga wisatawan juga akan melirik untuk dijadikan jujukan tempat berlibur. Tetapi pada kenyataannya, kekayaan budaya dan tradisi tersebut sepetinya diabaikan begitu saja, hal itu terlihat banyaknya tradisi di wilayah pedesaan yang sudah mulai punah.

“Kalau budaya secara umum di daerah ini nasibnya sama dengan kebudayaan secara nasional, artinya, sebagian masyarakat sudah tidak peduli terhadap kebudayaan termasuk di Sumenep. Sampai saat ini kebudayaan itu ada terjebak dalam hari jadi, maka kebudayaan itu ada. Ini sesungguhnya menurut saya tidak relevan, karena kita masyarakat yang berbudaya, sedangkan budaya itu ada jika hari-hari besar saja,” kata Abrari Alzael, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Rabu (2/11/2016).

Disebutkan, dengan kondisi tersebut seharusnya pemerintah bertanggungjawab dalam melestarikan budaya dan tradisi yang dimiliki daerah ini, supaya warisan peninggalan nenek moyang tersebut tidak hilang begitu saja. Karena budaya dan tradisi yang telah diwariskan kepada para generasi ini harus benar-benar dijaga dengan baik agar tidak mudah terkikis dengan era zaman yang semakin maju.

“Jadi dinas terkait apa yang dilakukan selama ini, karena sudah banyak tradisi yang ada di daerah ini mulai hilang akibat tidak adanya perhatian dari pemerintah. Seharusnya kekayaan itu dijaga dengan baik guna menjadi nilai jual terhadap wisatawan yang berkunjung kesini,” jelasnya.

Pihaknya berharap kedepan pemerintah benar-benar memperhatikan budaya dan tradisi yang ada, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Karena saat ini banyak tradisi yang sudah punah, seperti, Macopat, Sandur (Rokat Desa) dan Kompolan Mancak (Pencak Silat) yang biasanya digelar oleh masyarakat di pedesaan.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: