RABU 16 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Upaya mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat pra sejahtera pedesaan dilakukan oleh beberapa desa di Lampung Selatan dengan mengalokasikan bantuan kepada masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu). 

Rumah milik Ishak yang akan diperbaiki.


Salah satu warga Dusun Bumiwaras Desa Pematang Baru Kecamatan Palas mengungkapkan sebagai petani kecil yang tak memiliki penghasilan tetap ia mengaku sangat terbantu dengan bantuan pemerintah desa melalui program perbaikan rumah untuk memperbaiki rumahnya yang sebagian besar sudah rusak. Ia mengaku sangat ingin merehab rumahnya namun dengan pekerjaan serabutan dan penghasilan yang tak menentu dirinya tidak bisa mewujudkan niatnya. Ia bahkan mengaku oleh beberapa pihak yang peduli diusahakan untuk program bedah rumah yang diusulkan ke pihak tertentu namun tidak mendapat tanggapan.

Ishak, demikian nama warga itu berharap dengan bantuan material untuk merehab rumahnya yang sudah tidak layak huni tersebut akan memacu semangatnya untuk berusaha. Ia bahkan mengaku meski sudah mendapat bantuan dari pemerintah desa namun ia tetap sudah memiliki tabungan berupa pasir yang dicarinya sendiri dari Sungai Way Pisang yang dikumpulkannya setiap hari. Sementara batu bata dan batu yang ia kumpulkan dibelinya dari hasil menabung selama bekerja sebagai buruh tani.

Pemberian bantuan bagi pemilik rumah tidak layak huni menurut Kepala Desa Pematangbaru, Yunias, dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Ia bahkan mengaku mengalokasikan dana sekitar Rp170 juta untuk membantu masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal layak sementara sebagian besar warga yang lain sudah memiliki rumah yang layak. Bantuan yang diberikan kepada warga pemilik rumah tidak layak huni tersebut berupa material bangunan senilai Rp10 juta.

"Upaya meringankan beban dilakukan dengan memberikan bantuan berupa material dan harapannya warga yang menerima bantuan bisa memiliki rumah layak, terkait proses pengerjaannya akan dilakukan secara bergotong royong oleh para tetangga,"ungkap Kepala Desa Pematangbaru Kecamatan Palas, Yunias, Rabu (16/11/2016).

Sebanyak 17 keluarga tidak mampu pemilik rumah tidak layak huni diberikan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan. Ia bahkan mengungkapkan kriteria pemberian bantuan diantaranya kepada rumah yang berdinding geribik atau rumah rusak, berlantai tanah serta tidak memiliki water closed (WC). Bantuan tersebut menurutnya memiliki tujuan untuk membantu kesejahteraan masyarakat pedesaan khususnya masyarakat pra sejahtera dan ikut mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui program swasembada WC.

Sebagian warga lain yang juga memiliki rumah tak layak huni dan mendapat bantuan yang ada di Lampung Selatan diantaranya Mesran dan sang isteri Yati yang tinggal di pinggiran kota Kalianda. Berbeda dengan warga yang menerima bantuan dari Desa, Mesran yang kini menempati rumah layak mendapat bantuan dari dari Kementerian Sosial Republik Indonesia  untuk program renovasi rumah tidak layak huni. Ia mengakui sebelumnya rumah yang ditinggalinya dalam kondisi genteng yang sudah pecah di beberapa bagian dan juga sebagian masih berdinding geribik terutama pada bagian dapur.

Mesran mengungkapkan bentuk kepedulian pemerintah melalui program tersebut juga tidak serta merta hanya bantuan uang tunai yang diterapkan untuk pembangunan rumahnya. Ia bahkan telah memiliki tabungan material bangunan diantaranya batu, kayu untuk kusen, batu bata serta bahan bangunan lainnya. Selain mendapat bantuan dari program Rutilahu ia bahkan mengaku mendapat bantuan dari kerabat dan tetangga berupa semen dan material bangunan lainnya yang kini membuatnya bisa memiliki rumah layak huni.

Salah satu tetangga, Joni, yang memberikan bantuan berupa 10 sak semen mengaku ia mengaku melihat rumah yang ditinggali Mesran tidak cukup layak bahkan hanya memiliki satu kamar tidur yang digunakan sebagai tempat tidur bersama dua orang anaknya. Meski bekerja sebagai buruh serabutan namun Joni melihat Mesran merupakan orang yang rajin bekerja sehingga layak mendapat bantuan untuk program renovasi rumah tidak layak huni.

"Sebagian rumah di wilayah Kalianda kan sudah bagus sementara masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni seharusnya dari tingkat desa juga memperhatikan karena masyarakat kita masih banyak yang belum sejahtera,"ungkap Joni.

Ia juga berpesan kepada pemerintahan desa untuk lebih memperhatikan masyarakat yang masih memiliki rumah tinggal tidak layak huni karena saat ini kucuran dana desa masih terfokus pada pembangunan infrastruktur. Pemberian modal serta pemberdayaan masyarakat yang perlu ditingkatkan setidaknya diberi porsi yang cukup bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini masih mendapat jatah beras untuk masyarakat pra sejahtera (rastra) sehingga bisa mendapat lapangan kerja dan modal yang cukup untuk berusaha.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: