SELASA, 8 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Lemahnya pengawasan Pemerintah Kota Balikpapan pada pembukaan lahan untuk pemukiman diduga menjadi salah satu penyebab banjir yang terjadi saat turun hujan. Bahkan titik banjir saat ini terus bertambah.

Banjir yang terjadi seminggu yang lalu di Balikpapan
Ketua Komisi III DPRD Kota, Andi Arif Agung menilai lemahnya pengawasan Pemkot terhadap pengembang juga menjadi dasar kuat terjadinya banjir yang tak bisa dikendalikan. Diminta Pemda lebih memperketat dalam melakukan pengawasan.

"Harus turun ke lapangan, jangan sampai mengeluarkan izin AMDAL sebelum pengembang itu membangun bozem untuk mengendalian banjir,"sebutnya kepada media di Balikpapan, Selasa (8/11/2016).

Andi Arief juga meminta agar pemkot mengawasi pembangunan bozem di tiap perumahan baru. 

"Karena sebelum bangunan dibangun, harus membangun dulu bozemnya," sambungnya.

Selain itu, Andi Arief mengatakan, setelah melakukan pertemuan dengan para maka disepakati membuat program jangka pendek untuk menangani banjir yang langka terjadi tersebut.

"Dewan faham, dengan kondisi defisit sekarang ini tidak mungkin kita menjalankan program jangka panjang, tidak mungkin Pemkot membuat kegiatan fisik di 2017 depan. Makanya kami minta Pemkot harus turun gunung untuk melakukan pengawasan dengan ketat," tutupnya. 
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: