SELASA, 15 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Pemerintah Kota Balikpapan merevisi Peraturan Wali Kota (Perwali) Balikpapan Nomor 33 Tahun 2009 tentang Jam Edar Kendaraan Besar di dalam kota. Revisi itu masih dalam tahap penggodokan dan ditargetkan dalam satu minggu ke depan akan rampung.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, revisi Perwali untuk jam edar kendaraan berat ini dilakukan karena banyak perubahan seiring jalannya Perwali. Hal itu juga mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya pada daerah yang rawan kecelakaan, seperti di perempatan Muara Rapak Balikpapan.

"Beberapa pasal mengalami perubahan signifikan. Mulai dari jam edar hingga bobot atau tonase kendaraan besar yang boleh melintas. Nantinya, kendaraan ready mix juga diatur karena masuk kendaraan muatan besar," jelasnya, Selasa (15/11/2016).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana

 





                                                                                                                                                                 Lanjut Sudirman, meski Perwali masih dalam tahap revisi, Perwali yang ada tetap jalan dan berlaku.

Terkait kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (12/11) kemarin, ia mengatakan, kecelakaan turunan Rapak itu murni kelalaian.

"Kejadian yang terbaru itu murni kelalaian pemilik kendaraan, KIR-nya saja dibuat telah mati," tegasnya.

Untuk diketahui, Perwali jam edar tersebut, kendaraan muatan besar atau berat tak boleh melintas di jalan protokol, salah satunya jalan Soekarno-Hatta yang berstatus jalan nasional pada pukul 06.00-09.00 WITA dan pukul 15.00-21.00 WITA.

Sementara itu, rencana pembangunan jembatan layang di kawasan simpang lima Muara Rapak, belum dapat dipastikan realisasinya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tara Allorante, menyebutkan penyusunan detail engineering design telah dilaksanakan pada 2014 silam, dan pihaknya belum dapat memastikan realisasinya.

"2017 kita memprioritaskan proyek yang belum terbayarkan dan proyek prioritas seperti pencegahan banjir. Belum ada realisasi jembatan layang," katanya.

Adapun estimasi anggaran untuk pembangunan jembatan layang itu sekitar Rp 100 miliar.
                                  Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: