SENIN 21 NOVEMBER 2016

MATARAM --- Untuk mengurai terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalulintas di jalan raya, khususnya di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat volume kendaraan yang terus bertambah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) meluncurkan program Bus Rapid Transit (BRT).

Gubernur NTB, Zainal Majdi saat melakukan ujicoba BRT di depan pendopo Kegubernuran.

"Program BRT kita luncurkan. Sebagai saalah bagian dari program pemerintah mengurai kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, di tengah volume kendaraan yang setiap tahunnya mengalami peningkatan" kata Kepala Dishubkominfo NTB, Lalu Bayu Windia saat peluncuran BRT di Mataram, Senin (21/11/2016)

Meski memang sampai sekarang, volume kendaraan yang beroprasi di NTB, khususnya Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan tidak menimbulkan kemacatan parah seperti daerah lain di Indonesia

Ia mengatakan intensitas lalulintas kendaraan yang ada dan beroprasi masih dalam batas kewajaran, hanya di waktu tertentu saja kemacetan terjadi, seperti perayaan tahun baru dan perayaan pawai kebudayaan lain, meski demikian harus diantisipasi dari sekarang.

"Keberadaan BRT nantnya akan melakukan pola pelayanan khusus angkutan pelajar dan di subsidi penuh alias tidak berbayar, dengan kapasitas bus menampung 70 orang dan ramah bagi warga berkebutuhan khusus serta ibu hamil" katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Damri, Sarmadi Usman mengatakan program BRT merupakan program pemerintah pusat dalam rangka memenuhi angkutan kota yang cepat, nyaman dan aman di daerah.

Samardi mengatakan, tersedia 1500 BRT untuk seluruh Indonesia sampai 2018 dan untuk Provinsi NTB khususnya Mataram ada 25 bus. Program BRT lahir untuk mengurangi jumlah korban akibat kecelakaan lalu lintas.

"Data menunjukkan sampai bulan November 2016 menunjukkan korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal berjumlah 445 orang dan 70% adalah usia produktif. Kebanyakan yang menjadi korban adalah  pengguna sepeda motor," pungkas Sarmadi.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto:Turmuzi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: