SELASA 15 NOVEMBER 2016

MATARAM---Sebagai bentuk kepedulian terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban tenggelamnya kapal speed boad pengangkut TKI di Batam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyiapkan anggaran senilai Rp300 juta.

Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Ahsanul Khalik.
"Dana tersebut akan diberikan kepada seluruh korban meninggal maupun hidup sebagai bentuk santunan dari Pemprov NTB atas musibah yang menimpa TKI asal NTB" kata Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Ahsanul Khalik di Mataram, Selasa (15/11/2016)

Ia mengatakan, meski semua korban akan diberikan bantuan, tapi jumlahnya berbed-beda. Untuk keluarga korban meninggal sendiri, jumlahnya sebesar Rp10 juta, sementara korban yang masih hidup hanya mendapatkan lima juta rupiah

Pemberian santuan terhadap semua TKI korban kapal tenggelam di Batam sendiri sesuai intruksi Gubernur NTB, tanpa melihat status korban sebagai TKI legal dan ilegal.

"Bagi keluarga korban meninggal, bantuan tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti melunasi utang korban, Tapi bagi korban yang masih hidup, harus menggunakan semuanya untuk modal usaha" katanya

Khalik menekankan bantuan yang disalurkan tersebut tidak boleh habis digunakan sekaligus tapi diarahkan agar bantuan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif

Untuk itu penyaluran bantuan akan dilakukan melalui rekening bank, baru bantuan disalurkan, bagi keluarga korban meninggal.  Mereka diharuskan membuat surat keterangan ahli waris dari desa, tujuannya, agar bantuan bisa tepat sasaran dan jangan sampai diambil orang lain

"Hingga saat ini jumlah TKI yang selamat sebanyak 26 orang dan meninggal 20 orang. Jumlah keluarga korban meninggal yang akan diberikan bantuan hanya 17 korban, karena ada satu keluarga yang meninggal semua," imbuh Khalik lagi.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: