KAMIS 17 NOVEMBER 2016

MATARAM--- Proses pembebasan lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort Lombok antara pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan masyarakat pemilik lahan di kawasan tersebut masih mengalami kebuntuan dan belum menemui kesepakatan.

Sejumlah perwakilan masyarat pemilik lahan di KEK Mandalika Lombok saat melakukan mediasi denga Pemprov NTB terkait pembebasan lahan.

Hari ini Pemprov NTB kembali melakukan pertemuan dan mediasi dengan warga, tapi kembali mentok. Rendahnya penawaran harga yang diajukan Pemprov NTB kepala masyarakat pemilik lahan menjadi salah satu penyebabnya.

"Penawaran harga yang ditawarkan pemerintah masih sangat rendah dan sangat tidak sesuai harapan, dimana satu are hanya dihargakan Rp4,5 juta, sementara masyarakat maunya sesuai harga pasaran," kata H. Lalu Sahrial Ahmadi, salah satu tokoh dan pemilih lahan di KEK Mandalika, Kamis (17/11/2016).

Sahrial mengatakan, tahun 2015 saja, lokasi lahan di utara Pantai Gropok, Lombok Tengah, pernah ditawar 350 juta satu are, apa lagi sekarang, mengingat daerah tersebut merupakan kawasan pariwisata.

Tapi kami tentu tidak berkeras hati sampai disitu, masyarakat juga tentu mendukung proses pembangunan, terutama sektor pariwisata, tapi ganti rugi diharapkan bisa lebih layak.

"Daerah pegunungan sekitar pantai saja, satu are harganya sampai Rp25 juta satu are, masa tanah warga yang dekat dengan pantai harus dibayar murah, kalau tidak Rp100 juta per are, ya Rp50 juta saja tidak masalah."

Lalu Mujiharta perwakilan masyrakat pemilik lahan di KEK Mandalika lainnya mengatakan, pengembang daerah pariwisata tujuannya kan untuk mensejaahterakan masyarakat,

"Kalau kemudian proses pembangunan sektor pariwisata sampai mengorbankan kepentingan masyarakat, jelas sudah melenceng dari tujuan suatu pembangunan" katanya.

Karena itulah, langkah mediasi harus senantiasa mengedepankan prinsip keadilan bagi masyarakat, langkah hukum bukan satu. - satunya jalan penyelesaian, tapi silaturahmi dan langkah persuasif jauh lebih efektif.

Untuk diketahui luasan layan yang masih bermasalah dan diklaim kepemelikiannya oleh masyarakat di KEK Mandalika Resort Lombok, seluas 109 hektar dari total keseluruhan luas lahan seluas 135 hektar.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: