SELASA, 15 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Sejak awal tahun 2016 hingga sekarang kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencapai 1.200 pasien. Kondisi cuaca yang sudah memasuki musim penghujan, masyarakat diminta lebih waspada terhadap penyebaran virus nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Tercatat dalam kurun waktu sebelas bulan, lima orang penderita DBD meninggal dunia.


“Salah satu penyebab banyaknya kasus DBD pada musim penghujan yaitu adalah kebersihan lingkungan. Sehingga apabila lingkungan sudah bersih nyamuk yang menyebarkan virus hingga menjadi penyakit berbahaya tidak akan banyak,” kata dr. A. Fatoni, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Selasa (15/11/2016).

Disebutkan, dengan tingginya angka kasus demam berdarah, daerah ini memang perlu siaga, supaya penyebaran nyamuk mematikan tersebut tidak semakin meluas. Namun ketika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu tahun 2015 terbilang menurun. Karena pada tahun 2015, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 1.500 orang, diantaranya meninggal dunia sebanyak 15 orang.

“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya lebih sedikit tahun ini, kami memang terus melakukan upaya pencegahan terhadap maraknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di masyarakat. Makanya lingkungan memang harus bersih agar nyamuk berbahaya tersebut tidak mudah bersarang di pemukiman warga,” jelasnya.

Pihaknya berharap masyarakat berperan aktif dalam menjaga lingkungan bersih pada saat musim penghujan,. Maka dari itu, untuk memberantas nyamuk penyebar virus tersebut perlu mulai dengan menggelakkan 3M, yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur. 
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: