RABU 16 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN---Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tengah mendata jumlah anak jalanan, anak punk dan penduduk lama yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pendataan dilakukan dengan bekerjasama dinas sosial agar mereka memiliki KTP sebagai identitas warga negara.

Kepala Disdukcapil Chairil Anwar
Kepala Disdukcapil Chairil Anwar mengungkapkan pendataan anak jalanan, anak punk ini nantinya kerjasama dengan Dinas Sosial karena harus dilihat datanya dari mulai Kartu Keluarga (KK), hingga akte kelahiran.

"Jadi mereka penuhi syarat beri kartu keluarga, akte harus diteliti dulu dari data dinsos kita teliti, termasuk anak punk apakah mereka sudah punya KTP atau belum," jelasnya Rabu, (16/11/2016).

Menurut Chairil, pendataan program turun temurun juga dilakukan yakni mereka yang konon sudah lama tinggal  di Balikpapan tapi tidak miliki dokumen kependudukan.

"Pendataan dipanti asuhan juga dilakukan agar anak-anak yang ada juga terdata dengan baik dari kependudukan," tukasnya.

Sementara itu, hingga kini Disdukcapil masih terkendala ketersediaan blanko KTP. Perharinya tiap kecamatan membutuhkan 50 blanko KTP atau sekitar 300 blanko. Sehingga bisa dipastikan perbulannya kebutuhan blanko mencapai 9000 blanko.

"Pemerintah pusat hanya memberikan sekitar 2000-4000 setiap permintaan. Itupun seminggu juga habis. Misalnya tinggal 100 cepat kita minta lagi ke sana," keluh Chairil.

Adapun pertumbuhan penduduk di Balikpapan pertahunnya mencapai 3 persen. Hal ini diketahui dari sistem Lampid (lahir, mati, pindah datang).

Data yang dimiliki pada tahun ini,  sampai Oktober 2016 ini jumlah kelahiran mencapai 11.912 jiwa, sedangkan meninggal 3.170 jiwa. Penduduk pindah sebanyak 12.260 jiwa sedangkan orang yang datang  26.590 jiwa.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: