KAMIS, 24 NOVEMBER 2016
BALIKPAPAN---Pengembang perumahan di Balikpapan wajib membangun pengendali air atau bozem sementara di perumahan yang dibangun. Hal itu dilakukan untuk menghindari banjir di kawasan sekitarnya.

Menurut Kepala Badan Lingkungan (BLH) Balikpapan Suryanto, pembangunan bozem ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi pengembang.  Begitu mereka mendapat izin prinsip, pengembangan harus membangun bozem sementara.

"Kami tidak akan berikan izin lingkungan, sebelum pengusaha bangun bozem," ungkapnya, Kamis, (24/11/2016).

Ia menjelaskan, pembangunan bozem  yang dilakukan pemerintah kota berdasarkan data PU harus sekurang-kurangnya memiliki 64 bozem. Sedangkan bozem yang dibangun pengembang atau swasta menjadi keharusan yang tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Kepala BLH Balikpapan Suryanto.
“Intinya, kita minta kesadaran ke mereka bozem sementara. Kan nanti bozem itu akan dibangun, cuma waktunya didulukanlah," sambungnya.

Suryanto mengakui, memang masih sangat lemah pengawasan. Karena kurangnya personil dalam pengawasan.

Selain itu, pihaknya menambahkan, penanganan banjir yang dilakukan harus dilakukan secara pararel seperti mempertahankan penghijauan di hulu, perbaikan drainase dan pengerukan sedimentasi drainase. Namun cuaca ekstrem yang terjadi sekarang ini juga tidak lepas memberikan kontribusi pada munculnya air genangan atau banjir.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: