KAMIS, 3 NOVEMBER 2016

PONOROGO --- Kota Ponorogo memang tidak bisa dipisahkan dengan kesenian reog. Kesempatan ini lah yang digunakan oleh pengrajin reog, Heri Suwanto (37 tahun). Dari 16 tahun lalu dirinya menggeluti usaha pembuatan dadap merak, bintang utama dalam pentas seni reog.


Meski awalnya pemesan hanya ada sebulan sekali, kini setiap bulan ada 38 pesanan. Usahanya ini pun dibantu oleh 18 orang karyawan. Bahan-bahan dadap merak ada yang diimpor dari Singapura.

"Dulu sebulan sekali, sekarang 2-3 hari sudah jadi dan sampai lembur pengerjaannya," jelasnya kepada Cendana News, Kamis (3/11/2016).

Per satu dadap merak dijual Rp 38 juta. Harga ini dinilai murah jika dibandingkan perajin lain. Heri menerangkan pemasaran yang baik mampu menarik minat pembeli. Pemasaran ia lakukan melalui media sosial, Facebook.

"Awalnya memasok di toko-toko perlengkapan reog, tapi sekarang pemesan lebih banyak datang langsung kesini," ujarnya.

Heri yang memiliki sanggar di Jalan Manggis Nomor 34A Kecamatan Keniten, Ponorogo ini tengah mengerjakan pesanan dari beberapa sekolah dan Yonif 037 Riau. Diakuinya, keahlian membuat dadap merak ini didapatkan dari orang tuanya.

"Lambat laun buka sanggar sendiri dan mulai banyak yang memesan," imbuhnya.

Selain menjual dadap merak utuh, Heri juga menjual dan memasok bahan-bahan pembuatan dadap merak kepada pengrajin lainnya. Mulai dari bulu merak dan bahan lainnya.

Heri pun berbagi tips merawat dadap merak, yakni penyimpanannya dengan gantung dibalik. Jangan lupa ditutup dengan plastik rapat. Dan jangan dijemur terlalu lama karena bulu merak bisa berubah menjadi hitam.

"Kalau kena hujan atau air tidak masalah, tapi jangan terlalu lama terkena air," cakapnya.

Selain menerima pesanan pembuatan reog, Heri juga menerima bongkar pasang dan perbaikan dadap merak. Semua hal yang berkaitan dengan reog, Heri ingin menggelutinya dengan tekun. Karena menurutnya reyog merupakan karya seni yang tidak ternilai.

Dari hasil jerih payahnya ini, Heri mampu mengantongi Rp 50 juta tiap bulan. "Pendapatan dikalkulasi tidak hanya dadap merak tapi juga memasok souvenir dan jasa perbaikan," pungkasnya.
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: