SABTU, 5 NOVEMBER 2016

MATARAM --- Sengketa lahan kawasan hutan Sekaroh, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) antara pemerintah provinsi (Pemprov) NTB dengan masyarakat yang menguasai kawasan lahan hutan negara tersebut sampai sekarang belum menemukan penyelesaian.


"Proses mediasi dan langkah persuasif sekarang terus diupayakan Pemprov NTB supaya proses pengambil alihan lahan yang dilakukan pemerintah dari masyarakat bisa berlangsung baik, tanpa ada gejolak" kata Asisten satu Pemprov NTB, Agus Patria dihubungi Cendana News, Sabtu (5/11/2016).

Ia mengatakan, Pemprov sendiri telah membentuk tim untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat, supaya kasus sengketa lahan tersebut bisa segera ditununtaskan dan tidak sampai berlarut - larut.

Selain melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang menempati kawasan hutan, kata Agus, tim yang dibentuk juga ditugaskan untuk mencari tau bagaimana masyarakat bisa menguasai kawasan hutan, mengingat semua tau kalau hutan Sekaroh merupakan hutan Lindung milik negara.

Termasuk menelusuri sejaran, mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari pihak terkait terutama Badan Pertanahan Negara (BPN).

"Intinya kita ingin penyelesaian sengketa lahan kawasan hutan Sekaroh bisa berlangsung secara damai, karena bagaimanapun mereka juga masyarakat kita".

Rencananya setelah proses pengambil alihan kawasan hutan Sekaroh seluas 2.834 dilakukan, akan dilakukan penghijauan kembali dengan menanami lahan gundul tersebut.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: