SENIN 7 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menghimbau kepada pengguna kendaraan yang akan keluar dari Pelabuhan Bakauheni untuk lebih berhati hati di pintu keluar. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni, Iptu Nawardin, dirinya mengungkapkan penyempitan jalan terjadi akibat proses pembangunan fly over (jalan layang) di STA 00 jalan tol trans Sumatera (JTTS). 

Ruas jalan yang mengalami penyempitan.

Jalan keluar tersebut merupakan titik pertemuan kendaraan kendaraan proyek tol, kendaraan kendaraan provit, masyarakat di wilayah Kenyayan yang akan melakukan aktivitas harian dan juga pertemuan kendaraan dari arah Bandarlampung.

Iptu Nawardin mengungkapkan pintu keluar Pelabuhan Bakauheni selalu menjadi titik yang terus diawasi untuk menghindari penyelundupan barang barang terlarang baik narkoba atau barang barang yang membahayakan saat di kapal. Upaya itu juga mengantisipasi pelaku tindak kejahatan yang berniat melakukan aksi di atas kapal diantaranya pelaku pencurian (copet) sengaja melewati jalur keluar untuk masuk ke area pelabuhan. Beberapa petugas bahkan disiagakan di pintu keluar untuk melakukan pemeriksaan barang barang yang dibawa oleh calon penumpang atau penumpang yang keluar dari pelabuhan.

"Selain memberikan himbauan kepada pengguna kendaraan yang melintas untuk lebih berhati hati terutama saat proses bongkaran kapal anggota kita juga melakukan pemeriksaan terhadap surat kendaraan dan mengantisipasi tindak kejahatan,"ungkap Kapolsek KSKP Bakauheni, Iptu Nawardin saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (7/11/2016).

Akibat proses pembangunan fly over di titik nol jalan tol trans Sumatera tersebut sejumlah fasilitas milik polisi terpaksa harus dipindah diantaranya pos pemeriksaan polisi lalu lintas (polantas) yang berada 50 meter di pintu keluar pelabuhan terpaksa dipindah ke bawah Menara Siger. Penyempitan jalan yang semula memiliki lebar 15 meter tersebut akibat proses pemasangan besi besi tiang pancang bahkan menyisakan hampir 8 meter jalur jalan, sementara berbagai jenis kendaraan yang keluar dari bongkaran kapal kapal roll on roll off (Roro) dalam waktu bersamaan mencapai jumlah yang cukup banyak. Kondisi tersebut akan mengalami stagnan saat persimpangan pintu keluar juga banyak kendaraan yang akan masuk ke Pelabuhan Bakauheni dan aktifitas warga.

Antisipasi penyempitan jalur keluar tersebut juga mendapat catatan dari tim survei terpadu dari Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk persiapan liburan panjang Natal 2016 dan Tahun baru 2017. Ajun Komisaris Besar (AKBP) Mansyur Slamet dari Kasubbid Invindrek Bidjemen Opsrek Korlantas Polri yang merupakan anggota tim survei terpadu bahkan mengungkapkan berharap kepada pihak pelaksana proyek JTTS bisa mempercepat proses pembangunan tiang pancang jalan layang untuk menghindari kemacetan.

"Titik penyempitan di pintu keluar pelabuhan menjadi perhatian dan kita koordinasikan dengan pihak pelaksana pembangunan jalan tol untuk mengambil langkah antisipatif jika saat arus liburan Natal dan Tahun baru belum selesai,"ungkap AKBP Mansur Slamet.

Perhatian terhadap penyempitan pintu keluar juga diungkapkan oleh Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto Banu Kristanto yang mengungkapkan akan dilakukan langkah rekayasa lalulintas dengan adanya penyempitan jalur pintu keluar tersebut. Bahkan pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni telah melakukan pelebaran pintu keluar di antaranya dengan membuang separator, membongkar pagar, membongkar trotoar untuk pelebaran pintu keluar sebagai antisipasi belum selesainya proses pembangunan fly over tersebut.

Antisipasi titik titik kemacetan juga dilakukan oleh Satlantas Polres Lampung Selatan, terang AKP Mubiarto.  Selain di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni juga dilakukan di sejumlah titik tempat wisata. Ia mengungkapkan potensi penyempitan jalan di wilayah Lampung Selatan di antaranya terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera . Titik tersebut selain pintu keluar pelabuhan Bakauheni juga di sejumlah titik diantaranya persimpangan Tegineneng Kabupaten Pesawaran dan persimpangan Gedong Tataan.

Jurnalis: Henk Widi/Editor Irvan Sjafari/Foto:Henk Widi


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: