KAMIS, 24 NOVEMBER 2016
MAUMERE---BPJS Kesehatan Cabang Maumere, Kamis (24/11/2016), menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan IVA atau Papsmear dalam rangka Hari Guru Nasional bertempat di Puskesmas Nita dengan fokus peserta para guru se-kecamatan Nita.

Pemeriksaan IVA-Papsmear ini merupakan pelayanan promotif preventif yang diberikan BPJS Kesehatan kepada peserta JKN KIS untuk memberikan gambaran sejak dini tentang resiko kanker leher rahim atau kanker serviks pada wanita.

“Harapan kami, peningkatan cakupan skrining deteksi dini kanker leher rahim melalui pemeriksaan IVA-Papsmear yang dilakukan pada hari ini dapat mencegah peningkatan angka kesakitan kanker leher rahim di masa mendatang,” ungkap Ayatullah F.M. Pomalingo.

Dikatakan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Maumere kepada Cendana News di lokasi kegiatan, berdasarkan data per 18 November 2016, terdapat 170 ribu lebih  penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN KIS.

Para guru yang mengikuti pemeriksaan Papsmear di Puskesmas Nita.
Ada pun hingga awal November 2016, terdapat total 20.593 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri atas 9.814 Puskesmas, 4.589 dokter praktik perorangan, 1.157 dokter praktik gigi perorangan, 568 klinik Polri, 710 klinik TNI, 3.741 klinik Pratama, dan 14 RS D Pratama.

Selain itu, tambahnya, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 5.020 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 1.999 rumah sakit (termasuk di dalamnya 135 klinik utama), 2.063 apotek, serta 958 optik.

“Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2016, Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja bekerja sama dengan BPJS Kesehatan menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan IVA/Papsmear serentak di 10 titik lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” terangnya.

Deteksi dini melalui IVA/Papsmear ini, lanjut Ayatullah, merupakan salah satu bentuk program promotif preventif bagi peserta JKN KIS untuk menekan jumlah penderita kanker serviks. Pelaksanaan kegiatan tersebut, bebernya, merupakan wujud apresiasi bagi para guru di Indonesia yang telah berjasa meningkatkan kualitas pendidikan bangsa.

Melalui kerja sama dengan OASE Kabinet Kerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Kesehatan, sambungnya, BPJS Kesehatan pun siap memberikan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh guru perempuan dan istri guru dari sekolah negeri maupun swasta, yang telah menjadi peserta JKN KIS.

Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Maumere berpose bersama petugas Puskesmas Nita dan para guru.
Disebutkan Ayatullah, Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady ikut mendampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, melakukan kunjungan ke salah satu titik lokasi kegiatan pemeriksaan IVA/Papsmear bagi guru di Klaten, Jawa Tengah (24/11/2016).

“Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear ini bisa diperoleh secara gratis, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” kata Maya seperti disampaikan Ayatullah.

OASE Kabinet Kerja, sebutnya, merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif lain yang dipimpin oleh Ibu Negara Iriana Jokowi yang memiliki serangkaian program untuk mendukung tercapainya Nawacita Presiden Jokowi.

Salah satu program yang digalang adalah meningkatkan pelaksanaan pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan di Indonesia mulai tahun 2015-2019. Sebagai penyelenggara program JKN-KIS yang hampir genap 3 tahun beroperasi, BPJS Kesehatan siap mengawal dan menyukseskan misi OASE dalam meminimalisir angka penderita kanker serviks di Indonesia.

“Program pemeriksaan Papsmear tersebut sejalan dengan implementasi program promotif preventif yang senantiasa digalakkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk Indonesia,” pungkas Ayatullah mengutip pernyataan Maya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: