KAMIS 24 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Dalam rangka memperingati hari guru, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan bersama BPJS Kesehatan menggelar pemeriksaan dini khusus wanita melalui tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan periksa payudara klinis (SADANIS) di sejumlah Puskesmas dan klinik kesehatan. Adapun peserta yang ikut dalam pemeriksaan dini adalah puluhan guru swasta dan negeri di Balikpapan. Kegiatan tersebut dirangkai dalam Pencanangan Gerakan  Nasional Pekan Deteksi Dini IVA dan SADANIS bagi ibu guru Indonesia, Kamis pagi (24/11).

Pencanangan Gerakan  Nasional Pekan Deteksi Dini IVA dan SADANIS bagi ibu guru Indonesia Di Puskesmas Klandasan Ilir kota Balikpapan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina JPP mengungkapkan kegiatan deteksi dini ini untuk menurunkan angka kejadian kasus dan kematian kanker leher rahim dn kanker payudara pada wanita, dan meningkatkan kesadaran masyarakat, pengetahuan khususnya perempuan untuk memeriksakan dini melalui tes Iva dan Sadanis.

"Kegiatan ini sudah berlangsung sudah lama, namun kali ini kita khususkan guru. Tidak hanya di Puskesmas Klandasan Ilir, tapi ada juga Puskesmas lain untuk pemeriksaan dini ini. Tujuannya menurunkan angka kasus dan kematian," jelasnya disela kegiatan Pencanangan, di Puskesmas Klandasan Ilir.

Lanjut Balerina, dari kunjungan kasus kanker serviks di Puskesmas pada 2015 ada 9 orang. Sedangkan pada 2016 ada 23 orang. "Kalau dilihat dari kasus ada kenaikan atau meningkat 40%," tandasnya Kamis, (24/11/2016).

Adapun jumlah sasaran yang dilakukan pemeriksaan Iva pada tahun ini sebanyak 782 orang, dengan hasil positif kanker leher rahim sebanyak 29 orang, dicurigai kanker leher rahim sekitar 1 orang dan kelainan ginekologi lain sebanyak 10 orang.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Divisi Regional VIII Kalimantan BPJS Kesehatan, Ni Mas Ratna Sudewimengungkapkan, kegiatan ini setiap tahun rutin diselenggarakan sebagai upaya pencegahan. "Arah dari programnya adalah pencegahan. Dari hulu ke hilir. Kenapa harus kanker leher rahim karena angka kasusnya dan kematian semakin tinggi," katanya.

Selain memperingati hari guru Ratna menambahkan, guru juga dapat menginformasikan ke lainnya agar melakukan pemeriksaan dini untuk mencegah penyakit kanker serviks dan payudara.

"Mengapa guru?  Karena guru juga nantinya menginformasikan yang lain dalam pemeriksaan dini. Karena angka kasus dan kematian dari kanker serviks dan payudara terus meningkat," tambahnya.

Dalam Pencanangan Gerakan  Nasional Pekan Deteksi Dini IVA dan SADANIS bagi ibu guru Indonesia hadir pula Ibu Yasmin Fachir istri Kemenristek Dikti, Ibu Hasbiyah istri Wamenlu, Andi Saguni selaku Direktur Fasyankes Kementrian Kesehatan RI, Ketua Penggerak PKK Balikpapan Arita Rizal Effendi dan Wakil Ketua Penggerak PKK.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: