Perkembangan Harga Produsen Gabah dan Beras Sepanjang Bulan Oktober 2016

20
SELASA, 1 NOVEMBER 2016

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat melaporkan bahwa perkembangan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sepanjang bulan Oktober 2016, tercatat sebesar Rp. 4.555,00 per kilogram, atau tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,40 % dibandingkan bulan September 2016.
Sedangkan harga beras medium di tingkat penggilingan berdasarkan  laporan BPS Pusat tercatat sebesar Rp. 8.981,00 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar 0,17 % apabila jika dibandingkan dengan harga pada bulan September 2016.
Berdasarkan pengamatan BPS terhadap 1.502 transaksi penjualan gabah pada 23 Provinsi di Indonesia sepanjang bulan Oktober 2016 ternyata didominasi oleh transaksi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 74,57 %. Kemudian Gabah Kualitas Rendah (GKR) sebesar 17,31 % dan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 8,21 %.
Dibandingkan bulan Oktober 2015, Rata-rata harga gabah pada bulan Oktober 2016 di tingkat Petani, seperti GKP. GKG dan GKR mengalami penurunan masing-masing sebesar 7,14 %, 0,82 % dan 7,16 %. Sedangkan di tingkat penggilingan juga terjadi penurunan pada GKP, GKG dan GKR masing-masing sebesar 6,84 %, 0,81 % dan 6,80 %.
Suhariyanto, Kepala BPS Pusat mengatakan “Rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan Rp. 9.133,00 per kilogram atau mengalami kenaikan 0,24 % jika dibandingkan bulan September 2016, sedangkan harga Rata-rata beras beras kualitas medium di penggilingan Rp. 8.981,00 per kilogram atau mengalami kenaikan 0,17 %, kemudian harga Rata-rata beras kualitas rendah di penggilingan Rp. 8.597 per kilogram atau mengalami kenaikan 0,23 %” katanya saat jumpa pers di kantornya, Selasa siang (1/11/2016).
Sementara itu jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2015, Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan sepanjang bulan Oktober 2016 untuk kualitas premium tercatat mengalami penurunan sebesar 3,41 %, beras kualitas medium tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,22 %, sedangkan beras kualitas rendah tercatat mengalami penurunan sebesar 3,59 %.


Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono 

Komentar