SENIN, 7 NOVEMBER 2016

PONOROGO ---  Liquefied Petroleum Gas (LPG) memang menjadi kebutuhan khusus bagi masyarakat setelah diwajibkan konversi menggunakan bahan bakar gas untuk memasak dari pemerintah pusat. Guna menarik minat masyarakat, pemerintah pun sempat membagikan tabung LPG 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan tabung gas melon beserta kompor gas satu tungku gratis kepada masyarakat miskin di seluruh Indonesia.

Manager Domestik Gas Region V, Harjono
Kini ada wacana baru, nantinya masyarakat tidak bisa lagi menikmati subsidi pemerintah untuk tabung gas melon. Hal ini dikarenakan pemerintah ingin benar-benar fokus memberikan subsidi langsung dan tepat sasaran kepada masyarakat bukan melalui barang.

"Wacana ini sudah ada buktinya, subsidi untuk 2017 saja hanya Rp 20 T, perlahan nanti subsidi untuk LPG akan dihapus," jelas Domestik Manajer Region V Pertamina, Harjono saat ditemui Cendana News, Senin (7/11/2016).

Disebutkan, saat ini masih banyak ditemui pengguna LPG 3 kilogram terdiri dari hotel, restaurant, perumahan elit dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang beromzet diatas Rp 1 juta.

PT. Pertamina Persero pun mengambil langkah-langkah guna mengembalikan penggunaan tabung gas melon tepat sasaran. Seperti pengadaan pangkalan yang lebih banyak tidak hanya di pusat kota namun menyeluruh di tiap kota. Hal ini untuk mengurangi distributor nakal.

"Dan distribusi 1 persen diatas kebutuhan masyarakat, sehingga kelangkaan tidak terjadi," ujarnya.

Selain mengumumkan LPG 3 Kilogram non subsidi nantinya, Pertamina juga menawarkan produk lain yang mampu dijangkau masyarakat yakni Bright Gas 5,5 Kilogram non subsidi dengan keunggulan fitur katup ganda Double Spindle Valve System (DSVS) yang lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung.

"Di Ponorogo sendiri ada 18 pangkalan yang tersebar untuk Bright Gas. Diharapkan animo masyarakat tinggi untuk tabung 5,5 kilogram ini," pungkasnya.
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: