SELASA, 22 NOVEMBER 2016
KEEROM---Kampung Kibay dan Dusun Buburiya Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom menjadi dua pelosok perbatasan antara RI-PNG versi Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menyosialisasikan program perlindungan anak berbasis masyarakat, pada Selasa,  (22/11/2016).

Lettu Chk Wira Hariyono selaku perwira hukum Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS mengatakan, lembaga kementerian negara ini bekerjasama dengan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti gelar sosialisasi program perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.

"Dimana pun berada, baik itu di perbatasan atau pun di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, anak harus dilindungi hak-haknya, karena anak merupakan amanah dari Tuhan YME dan dalam dirinya terdapat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya yang harus dipenuhi, dihargai, dan dilindungi," kata Lettu Chk Wira Hariyono.

Sosialisasi kepada anak dengan pendekatan bermain dan belajar cukup efektif untuk menanamkan ragam nilai perlindungan terhadap anak.
Dirinya mengaku senang dan bangga atas kedatangan lembaga tersebut yang bersama-sama dengan Satgas Pamtas Yonif 122/TS melakukan sosialisasi yang diperuntukkan ke masyarakat perbatasan.

"Karena memang pada dasarnya negara mempunyai kewajiban yang besar dalam memenuhi hak setiap anak dan memberikan perlindungan dari setiap tindak kekerasan maupun diskriminasi. Juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal, baik mental, fisik, dan lingkungan sosial," tuturnya.





Keakraban aparat TNI dan anak-anak bersama tim dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sedang menyanyi bersama.

Ketua RT Kampung Kibay, Daniel Kuntuy, sangat antusias mengumpulkan warganya di balai pertemuan Kampung Kibay untuk mengikuti sosialisasi tersebut.

"Bapak Danpos Lettu Inf Sugiharto datang bersama teman-teman dari Jakarta ke rumah saya untuk menyampaikan niat baiknya berbagi ilmu kepada mama-mama dan anak-anak di kampung saya," ujar Daniel Kuntuy.

Aparat TNI memberikan perhatian yang besar kepada anak-anak Papua.
Sementara, salah satu tim dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Muhammad Firman mengaku senang, lantaran masyarakat perbatasan setempat menerima kehadiran mereka.

Aparat TNI memberikan kasih sayang yang besar kepada anak-anak Papua.
"Warga sebagian besar memahami apa itu kekerasan kepada anak, bagian tubuh mana yang tak boleh dipukul. Juga dengan pelecehan seksual, bagian tubuh mana saja yang tak boleh disentuh lawan jenis," kata Firman.

Secara terpisah dihubungi melalui selulernya, Dansatgas Pamtas Yonif 122/Tombak Sakti, Letkol Inf Kohir membenarkan bahwa dua jajaran pos di Satgasnya telah turut andil membantu dalam menyosialisasikan kegiatan positif dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Seorang instruktur pelatihan memberikan simulasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.
"Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh prajurit di setiap jajaran agar selalu berbuat yang terbaik untuk kemajuan seluruh masyarakat perbatasan, termasuk di Kampung Kibay dan Kampung Buburiya Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom," kata Letkol Inf Kohir.

Lebih dari 105 ibu dan anak di Kampung Buburiya Distrik Arso Timur dan 130 orang ibu dan anak di Kampung Kibay mengikuti sosialisasi tersebut. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan cara bermain sambil belajar.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Satmoko/ Foto: Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: