RABU, 9 NOVEMBER 2016

PONOROGO --- Meningkatnya jumlah pasien demam berdarah sejak September lalu, berdampak pada meningkatnya permintaan trombosit (fragmen sel kecil yang beredar melalui aliran darah) di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo. September lalu permintaan darah sebanyak 141 kantong dan Oktober meningkat menjadi 173 kantong.

Petugas memeriksa stok kantong darah
Untuk memenuhi permintaan tersebut PMI Ponorogo melakukan jemput bola dengan cara membuka stand donor darah saat ada pagelaran acara. Hasilnya pun luar biasa, setidaknya setiap hari ada pendonor sebanyak 20 hingga 50 orang.

Kepala Pelayanan Unit Donor Darah (UDD) PMI Ponorogo, Sunarmi menjelaskan, kebutuhan trombosit paling banyak untuk penderita DBD yang sudah memasuki fase dengue haemorhagic fever (DHF). PMI Ponorogo memperkirakan peningkatan akan terus terjadi dan puncaknya pada Desember mendatang.

"Biasanya tiap menuju akhir tahun memang selalu ada peningkatan permintaan trombosit," jelasnya kepada Cendana News, Rabu (9/11/2016).

Sunami menambahkan ketika penderita demam berdarah sudah memasuki fase DHF. Di fase tersebut, penderita harus mendapat tambahan trombosit. Jika tidak, akibatnya bisa fatal. Penderita bisa meninggal dunia.

Menurutnya, stok darah di PMI harus aman. Sebab satu pasien DBD bahkan bisa membutuhkan hingga delapan kantong trombosit. Terlebih, trombosit termasuk jenis darah yang diistimewakan.

"Usianya hanya bertahan antara lima hingga enam hari. Dan yang dibutuhkan harus selalu darah fresh," paparnya.

Sunami pun melakukan berbagai cara guna memenuhi permintaan trombosit ini. Selain membuka stand donor darah di berbagai acara yang digelar kini mobil PMI Ponorogo juga berkeliling untuk menjangkau wilayah di Ponorogo. 

"Kami harus jemput bola dengan aktif, supaya stok trombosit aman," pungkasnya. 
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: