RABU, 9 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Perusahaan pemilik kapal tongkang pengangkut batu bara jenis BG MDM 4 milik PT. Meratus Advence Maritim, Balikpapan, Kalimantan Timur, akan memberikan ganti rugi terhadap kerusakan terumbu karang yang ada di wisata Pulau Gili Labak, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kesiapan itu terjadi setelah adanya rapat antara pihak perusahaan dengan Kepolisian Resor (Polres) setempat, sehingga hanya tinggal menandatangi kesiapan itu antara perusahaan dengan Pemerintah Daerah (Pemda).


“Kami melakukan rapat dengan pemilik kapal ysng tempo hari kandas di Pulau Gili Labak. Jadi saya sudah mendorong untuk dimunculkan kesepakatan atau perjanjian antara pemerintah kabupaten dengan pihak perusahaan, dimana muara dari perjanjian tersebut adalah disepakatinya sejumlah biaya rehabilitasi ekosistem terumbu karang yang rusak akibat tertindih tongkang itu,” kata AKBP Joseph Ananta Pinora, Kapolres Kabupaten Sumenep, Rabu (9/11/2016).

Disebutkan, saat ini kapal yang karam sudah melakukan pemindahan batu bara dari kapal tongkang awal ke tongkang baru yang telah disediakan, sehingga kapal yang karam tersebut kemudian ditarik ke tengah laut. Langkah selanjutnya yang perlu dipikirkan yaitu harus menyediakan penyelam guna melakukan pengecekan terhadap rusaknya terumbu karang yang tertimpa kapal tongkang tersebut, agar nantinya dapat diketahui seberapa banyak  yang rusak.

“Jadi untuk penyelam ini terdiri dari tiga pihak, yaitu, perusahaan, Pemda dan pihak kami yang juga ikut melaksanakan pengamanan terhadap kegiatan penyelaman itu. Penyelaman itu untuk melakukan penilaian sejauh mana kerusakan terumbu karang dan ekosistemnya yang ada di sekitar itu untuk menjadi dasar penggantian biaya oleh perusahaan,” jelasnya.

Dalam capaian kesepatan tersebut yang paling penting bagaimana Pemda tidak harus mengeluarkan biaya apapun terhadap penggantian kerusakan terumbu karang tersebut.

Sebelumnya kapal tongkang pengangkut batu bara jenis BG MDM 4 milik PT. Meratus Advence Maritim, Balikpapan Surabaya dengan muatan batu bara sebanyak 12.520 ton berlayar dari Asam-Asam Kalimantan Selatan tujuan Paiton Probolinggo, Jawa Timur. Tetapi saat melewati selat Madura tepatnya di peraian Pulau Sepudi dan Gili Labak, kapal tersebut mengalami kebocoran dan mengakibatkan tongkang miring. Nahkoda kapal memutuskan untuk kandas di Pulau Gili Labak yang merupakan pulau terdekat pada Selasa (1/11/2016) pagi. 
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: