KAMIS, 17 NOVEMBER 2016

SOLO --- Meski harga cabai di pasaran membumbung tinggi, petani di lereng gunung merapi Boyolali, Jawa Tengah, justru  mengaku resah. Hal ini lantaran tanaman banyak yang membusuk akibat guyuran hujan selama sebulan terakhir.


Salah satu petani cabai, Suwito mengatakan, banyak tanaman yang siap panen membusuk akibat cuaca buruk kali ini. “Hampir separuh tanaman cabai saya membusuk. Awalnya hanya daunnya, tapi lambat laun buah dan pohonnya juga mengering,” ucap Suwito kepada Cendana News, Kamis (17/11/2016).

Guna mengurangi kerugian yang lebih besar, petani terpaksa panen dini. “Kalau menunggu sampai merah tidak bisa, karena sebelum memerah cabai sudah busuk duluan. Terpaksa masih setengah matang dipanen,” ungkapnya.

Intensitas hujan yang  masih tinggi juga mengakibatkan serangan hama merebak. “Terutama hama patek, yang membuat cabai cepat membusuk dan mengering,” tambah Supardi, petani cabai lain.


Di lereng gunung merapi,  puluhan hektar tanaman cabai yang siap panen banyak yang membusuk. Petani dipastikan tidak bisa penen dengan maksimal. 

“ Ini yang membuat petani banyak yang sedih. Di saat harga cabai tinggi, tanaman cabai tidak dapat maksimal,” pungkasnya. 
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: