SENIN 14 NOVEMBER 2016

PONOROGO---Petani cabai merah besar di Desa Kunti, Kecamatan Bungkal mengeluhkan gagal panen akibat musim hujan. Buah cabai yang seharusnya bisa tumbuh maksimal kini hanya sebesar ibu jari saja.

Lahan cabai Gayuh dalam kondisi lembab.
Petani cabai, Gayuh Satria menjelaskan akibat hujan yang terus mengguyur Ponorogo sejak awal September lalu berimbas pada tanaman cabainya.

"Harusnya sudah panen, tapi lihat dari kondisi cabainya seperti ini tidak bisa dipanen," jelasnya kepada Cendana News, Senin (14/11/2016).

Ia mengaku sudah rugi puluhan juta untuk lahan satu hektar miliknya. Pasalnya, cabai yang sering terkena hujan bisa menyebabkan keriting daun. Akibatnya, benih cabai tidak bisa tumbuh dan mati.

"Kalau disini namanya 'puter' (keriting daun.red). Kalau sudah kena harus dicabut dan ganti benih baru," ujarnya.

Gayuh menerangkan dirinya sudah tiga kali beli benih cabai untuk mengganti benih cabai yang mati. Selain rugi benih, juga rugi tenaga kerja, waktu dan pupuk.

"Harusnya akhir November sudah panen tapi karena kondisinya seperti ini susah," tuturnya.

Kondisi lahan yang selalu lembab, benih cabai rawan terkena penyakit seperti keriting daun dan layu bakteri. Sampai saat ini belum ditemukan penangkal dari keriting daun.

"Susah kalau sudah kena keriting daun, harus secepatnya tanamannya diganti, kalau tidak ya percuma," imbuh Gayuh Satria.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Charolin Pebrianti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: