SENIN, 7 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- Enam kabupaten di Provinsi Papua yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 menggunakan sistem Noken (tas masyarakat asli Papua, dibuat dari benang yang berasal dari akar pepohonan yang digunakan sebagai pengganti kotak suara). 

Pemilu 2014 lalu yang diikuti pemilih asal Papua berpakaian adat
“Nanti kami akan buat Surat Keputusan Noken kepada enam daerah, dan kami sudah punya data bahwa dari enam ini ada beberapa Tempat Pemungutan Suara atau beberapa distrik yang tak menggunakan sistem Noken,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Adam Arisoy kepada Cendana News, Senin (7/11/2016).

Enam kabupaten yang akan dikeluarkan SK oleh KPU Papua yakni Kabupaten Nduga, Puncak Jaya, Tolikara, Lanny Jaya, Dogiyai dan Intan Jaya. Sistem noken yang akan di SK-kan, menurutnya untuk Pilkada Serentak 2017 mendatang.

“Seandainya ada 500 TPS yang ada di enam kabupaten tersebut, lima puluh persennya sudah tak gunakan sistem noken, jadi nanti kami akan umumkan mana-mana saja,” tuturnya.

Sehingga ada kekuatan hukum distrik-distrik mana saja di enam kabupaten tersebut yang menggunakan noken maupun tidak. 

“Jadi ada yang gunakan sistem secara nasional dan ada juga gunakan sistem noken,” ujarnya.

Sekedar diketahui, terdapat sebelas kabupaten dan kota yang ikut dalam Pilkada Serentak 2017 masing-masing Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Sarmi, Mappi, Tolikara, Kepulauan Yapen, Jayapura, Intan Jaya, Puncak Jaya, Dogiyai dan Kota Jayapura.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: