RABU 23 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Perusahaan Listrik Negara (PLN) atau PT. PLN (Persero) sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai perusahan yang menangani masalah kelistrikan tersebut sangat mengapresiasi audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Suasana jumpa pers di Kantor PLN Pusat di Jakarta.
Dalam laporan hasil auditnya, BPKP  menyatakan bahwa ada sekitar 34 proyek pembangkit listrik yang berskala kecil selama ini ternyata mengalami kendala atau masalah terkait dengan proses pembangunan dan infrastruktur. Sementara itu ke 24 pembangkit listrik yang tersebut mempunyai kapasitas total sekitar 627,8 Mega Watt (MW).

Terkait dengan hasil audit yang dilakukan oleh BPKP tersebut , maka pihak PT. PLN (Persero) ke depannya akan mendukung sepenuhnya apabila dilakukan penelitian yang lebih mendalam terkait dengan kelanjutan pembangunan dan masa depan kelangsungan proyek-proyek tersebut.

Hal ini dilakukan oleh PT. PLN (Persero) dengan tujuan untuk  mempercepat pemenuhan kebutuhan warga masyarakat luas akan ketersediaan listrik, perlu diketahui sebelumnya bahwa sebagian besar proyek-proyek yang terminasi tersebut ternyata letaknya berada di daerah terpencil yang sangat sulit dijangkau.

Sementara itu dari total sekitar 34 proyek yang terkendala tersebut saat ini terdapat sekitar 17 proyek yang telah dilanjutkan sebagai salah satu bentuk jalan keluar yang terbaik. Masing-masing diantaranya sekitar 6 proyek telah diputuskan kontraknya, dengan demikian pemdanaannya diambil alih kembali oleh PLN untuk kemudian dilanjutkan kembali penyelesaiannya.

Sementara itiu terkait dengan 11 proyek yang terminasi, maka PLN telah menyiapkan opsi pengganti untuk penyediaan tenaga listrik, baik berupa perluasan jaringan transmisi dan Gardu Induk maupun menyediakan pembangkit baru yang lebih cepat pembangunannya, misalnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Menurut I Made Supratika, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT. PLN (Persero) pemenuhan akan energi listrik untuk warga masyarakat adalah yang paling penting bagi pihaknya. "Oleh karena itu solusi tercepat untuk menggantikan proyek-proyek yang terminasi tersebut kuda sudah kami pikirkan dengan matang, misalnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkalis 2x10 Mega Watt (MW) yang prosesnya masih nol" paparnya dalam siaran persnya yang tertulis kepada wartawan di Jakarta, Selasa pagi (23/11/2016).

I Made Supratika juga menjelaskan bahwa PLTU Bengkalis yang terletak di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau tersebut sekarang telah digantikan dengan PLTMG dengan kapasitas sekitar 20 Mega Watt (MW) yang direncanakan akan masuk kedalam sistem kelistrikan pada awal 2018 mendatang.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan masalah kelistrikan dalam acara jumpa pers di Kantor PLN Pusat di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: