RABU, 23 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- Dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya Genyem, Kabupaten Jayapura alami defisit daya, disebabkan banyaknya lumpur dan bongkahan kayu di pusat air pembangkit listrik tersebut.

Lumpur dan kayu yang ada di pusat air PLTU sebabkan gangguan pembangkit
Akibat tak beroperasinya PLTA ini, sejumlah lokasi di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura serta Kabupaten Keerom alami pemadaman bergilir selama lima hari berturut-turut.

General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B), Yohanes Sukrislismono mengaku, saat ini pihaknya hanya mengandalkan Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berada di Waena dan Yarmokh.

"Mesin kami mengalami defisit daya kurang lebih 14 MW untuk sistem Jayapura dan sekitarnya. Defisit ini disebabkan karena PLTA Orya Genyem tidak dapat beroperasi,"kata Yohanes Sukrislismono, Rabu (23/11/2016).

Keadaan defisit seperti ini PLN melakukan pemadaman terencana di sebagian wilayah Jayapura dan sekitarnya. Di setiap wilayah tersebut dilakukan pemadaman dengan kurun waktu tiga hingga empat jam.

"Saat ini kita melakukan pemadaman terencana di Jayapura dan sekitarnya. Kita masih berupaya agar PLTU Holtekamp dapat membantu suplai daya ke sistem Jayapura," ujarnya.

Sementara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sudah menyuplai ke sistem Jayapura dengan jumlah kapasitas daya kurang lebih 6 MW. "Kami terus berupaya agar PLTU dapat beroperasi secara optimal sehingga dapat membantu defisit ini," lanjut Yohanes.

PLN WP2B juga memohon maaf kepada masyarakat dan pelaku bisnis dengan terjadinya defisit seperti ini. "Kami juga meminta kerjasama kepada masyarakat agar dapat mematikan 2 titik lampu pada pukul 18.00 - 22.00 WIT," katanya.

Teknisi sedang memperbaiki pembangkit
Dalam sehari, beberapa titik di ibukota provinsi Papua alami giliran pemadaman listrik. Di sisi lain, sejumlah masyarakat juga mengeluhkan pemadaman tersebut yang dinilai tak didahului dengan informasi ke penduduk. Dengan adanya berita ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu akan penyebab pemadaman listrik berjam-jam bahkan hingga satu hari, dalam kurun waktu lima hari terakhir. 
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: