RABU 16 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Kepolisian Daerah DI Yogyakarta sedang mendalami laporan dugaan tindak kekerasan terhadap anak yang menyebabkan luka fisik dan psikologis terhadap bocah usia 1,5 tahun berinisial JM. Anak malang itu diduga mendapatkan perlakuan biadab dari majikan orangtuanya.

Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Frans Tjahyono.


Menyusul dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa JM, bocah usia 1,5 tahun anak dari Sartini (36), warga asal Kampung Pucangsawit, Jebres, Solo, Jawa Tengah, tadi malam, kini petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah DI Yogyakarta, tengah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti.

Ditemui di Mapolda DIY, Rabu (16/11/2016), Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Frans Tjahyono, mengatakan, pihaknya kini memperkuat keterangan saksi-saksi dan alat bukti guna menindak-lanjuti laporan dugaan penganiayaan dan kekerasan pada anak yang menimpa JM.
Frans menjelaskan, kasus yang baru dilaporkan tadi malam (Selasa 15 November 2016), masih sangat awal. Beberapa keterangan saksi masih harus diperkuat, dan pihaknya pun sedang menunggu keluarnya visum et repertum sebagai alat bukti pendukung yang diperlukan dalam kasus itu.

"Kita akan menangani kasus ini dengan cepat, profesional dan prosedural. Karena itu, kita akan melengkapi dulu saksi-saksi dan alat bukti yang cukup, baru kemudian akan memanggil terlapor untuk diperiksa", ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, penyidik juga telah bergerak mengamati dan mendalami situasi dan kondisi di tempat kejadian perkara. Selain itu, pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak di Yogyakarta, karena dalam perkara menyangkut anak-anak lembaga tersebut harus dilibatkan.

Frans mengatakan, berdasar bukti sementara memang didapati luka fisik dan psikologis yang diderita korban. Untuk itu, peran psikolog akan dilibatkan dalam menangani kasus tersebut.
Seperti diketahui, Sartini melaporkan peristiwa dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa anaknya yang baru berusia 1,5 tahun berinisial, JM, yang dilakukan oleh majikannya berinisial AC di daerah Jalan Parangtritis, Patalan, Jetis Bantul, Selasa 15 November 2016, kemarin.

Dalam laporannya, Sartini mengatakan, penyiksaan dan kekerasan yang menimpa anaknya tersebut telah menimbulkan luka fisik dan traumatik yang mendalam. Penyiksaan dilakukan dalam rentang waktu bulan Februari hingga September 2016, antara lain dengan cara digiling dengan mesin cuci, dimasukkan ke dalam kulkas selama berjam-jam, diinjak hidungnya dan sejumlah perlakuan sadis lainnya.

Jurnalis: Koko Triarko/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Koko Triarko
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: