RABU, 16 NOVEMBER 2016
LAMPUNG---Kepolisian Daerah Lampung melakukan pemusnahan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) yang merupakan hasil pengungkapan kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung. Narkoba yang dimusnahkan di antaranya berupa narkotika golongan I jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 18.06 kilogram dan ekstasi dengan jumlah sebanyak 14.157 butir. Jika dinominalkan, narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut diperkirakan mencapai nilai miliaran rupiah.

Pemusnahan langsung dipimpin Kapolda Lampung, Brigjen Pol Sudjarno, dan dihadiri oleh Badan Narkoika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, jajaran TNI, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung. Pemusnahan barang bukti juga merupakan bentuk keberhasilan jajaran kepolisan daerah Lampung dalam operasi yang ditingkatkan di wilayah hukum Polda Lampung.
Aparat menunjukkan barang bukti penyitaan narkotika.


"Kita lakukan pemusnahan setelah memiliki ketetapan hukum yang tetap dari kejaksaan tinggi Lampung dan narkoba yang dimusnahkan merupakan hasil operasi Polda Lampung dalam kurun beberapa bulan ini," ungkap Kapolda Lampung, Brigjen Sudjarno dalam pemusnahan narkoba di Mapolda Lampung, rabu (16/11/2016).

Pemusnahan barang bukti narkoba tersebut, menurut Brigjen Sudjarno, merupakan upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa. Sebab dengan menggagalkan pengiriman sabu dan ekstasi dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa, maka polisi berhasil menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika. Ia bahkan menyebut kurang lebih sebanyak 900 jiwa manusia bisa diselamatkan dari upaya penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi tersebut. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator dengan suhu mencapai 2.000 derajat celsius. Upaya pembakaran untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti tersebut.
Jenis sabu yang berhasil disita.


Menurut Brigjen Sudjarno, barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut merupakan hasil penangkapan tersangka pembawa sabu dan ekstasi yang akan melintas di Pelabuhan Bakauheni pada (26/10/2016) lalu. Dua jenis narkotika seberat 18.06 kilogram dan ekstasi dengan jumlah sebanyak 14.157 butir diamankan dari tersangka bernama Ambo Alla (42) dan Pairus (38) saat melintasi area pemeriksaan Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni dengan menggunakan kendaraan Toyota Avanza bernomor polisi BG 1408 PR.

Meski pintu masuk Pelabuhan Bakauheni masih menggunakan pemeriksaan manual dan menggunakan anjing pelacak, namun Kapolda memuji kinerja anggotanya serta kemampuan insting anggota dalam bertugas. Ia juga tidak memungkiri para pelaku penyelundup narkotika menggunakan modus yang beragam dan narkoba bisa berasal dari luar negeri seperti Thailand atau Malaysia karena memanfaatkan pasar Indonesia yang masih terbuka lebar dalam penjualan narkotika. 
Jenis ekstasi yang berhasil disita.


Saat petugas melakukan penggeledahan, ditemukan barang haram tersebut dalam tas ransel warna merah dan orange yang masing-masing berisikan sebanyak 18 bungkus sabu yang dikemas dalam plastik warna hijau dan tujuh plastik warna hitam berisi ekstasi. Tersangka Ambo dijanjikan upah Rp 100 juta, jika berhasil mengirim barang tersebut dari Batam Kepulauan Riau menuju ke Jakarta. Sementara, Pairus hanya diberi upah Rp 25 juta.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terjerat pasal 112 ayat (2) undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 114 ayat (2) undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda maksimum sebesar 10 miliar.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: