SELASA 1 NOVEMBER 2016 

LAMPUNG----Pengetatan pemeriksaan terhadap semua jenis kendaraan dari wilayah Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa untuk antisipasi aksi demo besar di Jakarta terus dilakukan oleh personil seaport interdiction (SI)dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni. Sebuah kendaraan pribadi berpenumpang sekitar lima orang asal Sumatera Barat tujuan Jakarta terpaksa dihentikan petugas karena kedapatan membawa tiga buah senjata tajam (Sajam). 
Penyitaan sajam dari sebuah kendaraan pribadi.


Berdasarkan pengakuan pembawa sajam yang merupakan anak musda tersebut senjata tajam tersebut akan digunakan untuk kelengkapan berkemah.

Kendaraan pribadi bernomor polisi BA 1332 RX berwarna hitam dan penumpang yang kedapatan membawa senjata tajam jenis golok berangka, kujang dan pisau belati lipat tersebut langsung diamankan oleh petugas untuk dimintai keterangan terkait senjata tajam yang dibawa.

Meski tidak disematkan atau dibawa dalam anggota tubuh namun mengantisipasi penggunaan sajam untuk hal membahayakan di atas kapal atau perjalanan sajam tersebut diamankan petugas.

"Kita sedang aktif melakukan giat rutin ditambah razia yang ditingkatkan namun didapati penumpang membawa senjata tajam lalu kita amankan,"terang Kapolsek KSKP Bakauheni Aiptu Nawardi saat dikonfirmasi Cendana News,Selasa(1/11/2016).

Pengamanan senjata tajam dari penumpang tersebut ungkapnya merupakan upaya untuk mencegah pergerakan orang yang akan menuju Jakarta jelang rencana aksi di Jakarta pada 4 November esok. Selain itu kegiatan pemeriksaan terhadap penumpang juga dilakukan pada kendaraan jenis bus pembawa penumpang dari Pulau Sumatera. Selain penumpang pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bawaan penumpang.

Bus bus penumpang yang diperiksa diantaranya dicek pada bagian bagasi penumpang,tas serta pada bagian lain. Pemeriksaan dilakukan juga untuk mencegah penumpang membawa barang terlarang berupa narkoba dan barang barang terlarang lainnya. Selain pemeriksaan di pintu masuk juga dilakukan di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni.

Berdasarkan informasi yang beredar ratusan santri dan ormas Islam dari beberapa tempat di Provinsi Lampung mulai melakukan rencana perjalanan ke Jakarta untuk ikut demo besar di Jakarta. Antisipasi pergerakan tersebut  Polres Lampung Selatan melakukan penebalan  personil di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: