RABU, 30 NOVEMBER 2016
CIMAHI---Dua residivis pengedar narkoba berhasil diamankan Satnarkoba Polres Cimahi. Kedua pengedar narkoba jenis sabu ini masing-masing berinisial WS (44) dan BB (30) yang baru 6 bulan lalu keluar dari tahanan. Keduanya ditangkap di tempat terpisah, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka BB di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Sabtu (26/11/2016) malam, lalu. Sedangkan WS baru bisa ditangkap satu hari kemudian atau tepatnya Minggu (27/11/2016) di Jalan Gunung Batu, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Kasatnarkoba Polres Cimahi, AKP Wahyu Agung mengatakan satu tersangka yakni BB, ditangkap saat akan melakukan transaksi. Dari pengembangan BB, akhirnya polisi kembali menangkap satu tersangka lainnya.

Seorang residivis narkoba yang berhasil diamankan polisi.
"BB kami tangkap ketika hendak melakukan transaksi sekitar pukul 22.00 WIB. Dia sebelumnya sudah kami intai," kata Wahyu saat ditemui di Mapolres Cimahi, kemarin.

Dari hasil penangkapan BB, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket kecil sabu dengan harga jual diperkirakan Rp. 1.200.000 yang diakuinya didapat dari WS.

Berbeda dengan penangkapan BB, penangkapan WS sempat diwarnai perlawanan. Tersangka ini berontak lantaran tidak mau mengakui sebagai pengedar sabu. Perlawanan WS baru berhenti setelah Polisi menemukan barang bukti sabu yang disimpan di dalam bungkus rokok dari tangannya.

"Dua-duanya pekerja serabutan. Mereka juga ngakunya susah dapat pekerjaan. Jadinya menjual sabu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Wahyu.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka harus terancam hukuman di atas lima tahun dengan jeratan pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UURI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Mereka diancam hukuman penjara di atas lima tahun sesuai pasal-pasal yang berlaku," tandasnya.

Jurnalis: Rianto Nudiansyah/ Editor: Satmoko / Foto: Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: