Polisi Masih Selidiki Ledakan Bom Molotov di Gereja Oikumene Samarinda

27
MINGGU, 13 NOVEMBER 2016

JAKARTA — Pihak kepolisian khususnya Polda Kalimantan Timur dan Polrestabes Kota Samarinda hingga saat ini masih terus mendalami dan menyelidiki apa sebenarnya motif dan tujuan daripada pelaku terkait dengan adanya insiden pelemparan yang diduga sebagai bom molotov yang terjadi di depan Gereja Oikumene, daerah Loa Janan Ilir, Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada sekitar pukul 10:30 WITA atau pukul 09:30 WIB.
Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kadivhumas Mabes Polri
Demikian penyataan dan penjelasan singkat dari Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar kepada wartawan di Jakarta saat dikonfirmasi terkait dengan adanya insiden kejadian ledakan yang diduga berasal dari Bom Molotov yang terjadi di depan halaman Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang terjadi pada pagi hari menjelang siang, Minggu (13/11/2016).
Hingga berita ini ditulis, menurut keterangan yang berhasil dihimpun wartawan di Jakarta yang bersumber  pernyataan resmi dari Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Safaruddin menyebutkan bahwa dirinya membenarkan telah terjadi insiden pelemparan yang diduga sebagai Bom Molotov. Menurut Irjen Pol. Safaruddin setidaknya hingga kini ada empat orang yang dinyatakan menderita luka-luka, salah satu diantaranya adalah seorang anak balita.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Safaruddin juga menjelaskan bahwa selain menyebabkan korban luka-luka, ledakan Bom Molotov tersebut juga mengakibatkan kerusakan beberapa kendaraan seperti sepeda motor yang kebetulan memang sedang terparkir di depan Gereja Oikumane, Sengkotek, Kota Samarinda. Pada saat kejadian pelemparan Bom Molotov tersebut terjadi memang sedang berlangsung pelaksanaan Ibadah Mingguan yang secara rutin dilaksanakan di Gereja tersebut.
“Polisi hingga saat ini masih terus mendalami apa sebenarnya yang menjadi motif dan tujuan daripada pelaku pelemparan yang diduga sebagai Bom Molotov di depan Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang terjadi tadi pagi sekitar pukul 10:30 WITA , saat ini Polda Kalimantan Timur dan Polrestabes Samarinda masih menyelidiki secara intensif dan sedang mengadakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tunggu perkembangan selanjutnya terkait peristiwa tersebut,” kata Irjen Pol. Boy Raffli Amar, Kadivhumas Mabes Polri saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu siang (13/11/2016).

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono

Komentar