SENIN  14 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Pihak aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku yang diduga terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam insiden pelemparan yang diduga sebagai bom molotov yang terjadi di depan halaman Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu pagi (13/11/2016) menjelang siang, sekitar pukul 10:30 WITA atau pukul 09:30 WIB.

Irjen Pol Boy Rafli Amar, Kadiv Humas Mabes Polri, kiri.
Hingga berita ini ditulis, polisi telah menangkap dan mengamankan Juanda (32), seorang laki-laki yang sebelumnya diduga melemparkan Bom Molotov ke depan halaman Gereja Oikumene. Pelaku langsung diringkus tak lama kemudian oleh aparat kepolisian dengan bantuan warga masyarakat setempat pada saat pelaku sedang berusaha kabur atau melarikan diri ke arah Sungai Mahakam yang tak jauh dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan pengembangan dan penyelidikan intensif terhadap Juanda  (32) yang sebelumnya diduga sebagai pelaku utama pelemparan bom molotov, maka tak lama kemudian polisi langsung menaikkan status Juanda dari saksi menjadi seorang tersangka. Tak lama pula, aparat kepolisian berhasil mengamankan dan memeriksa setidaknya sekitar 15 orang lainnya di tempat terpisah, namun dalam waktu yang hampir bersamaan.

Polisi menduga bahwa 15 orang tersebut diduga terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai dalang atau aktor di balik perencanaan terkait insiden pelemparan bom molotov yang "menggemparkan" warga masyarakat kota Samarinda. Polisi memang akan terus memeriksa dan menyelidiki kasus perkara insiden pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene yang menyebabkan seorang anak balita bernama Intan Marbun (2,5) meninggal dunia.

Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kadiv Humas Mabes Polri menyatakan bahwa aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait insiden pelemparan bom molotov. Hingga saat ini, polisi berhasil menangkap dan mengamankan satu orang bernama Juanda itu, yang sebelumnya diduga sebagai pelaku pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene dan telah ditetapkan menjadi tersangka. "Polisi juga mengamankan dan memeriksa sekitar 15 orang yang diduga terlibat," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Senin siang (14/11/2016).

"Mereka diamankan dari beberapa lokasi yang berbeda. Lokasinya tersebar di sekitar kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Hingga saat ini, 15 orang tersebut untuk sementara waktu masih berstatus sebagai saksi, namun tidak tertutup kemungkinan nantinya akan ditingkatkan statusnya sebagai tersangka. Semua juga tergantung dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan polisi yang rencananya berlangsung selama 7x24 jam atau dalam waktu 1 minggu ke depan," kata Boy Rafli Amar di Jakarta.

                              Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko/ Foto: Eko Sulestyono


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: