JUMAT 18 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Aparat kepolisian hingga kini secara resmi telah menetapkan 5 orang tersangka terkait dengan pelemparan bom molotov di depan halaman Gereja Oikumene, Jalan Dr.Cipto Mangunkusumo No. 32, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda yang terjadi pada hari Minggu (13/11/2016), sekitar pukul 09:30 WITA atau pukul 10:30 WIB.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri,Irjen Pol Boy Rafli Amar.


Demikian penyataan resmi Andri Mabes Polri yang disampaikan secara langsung oleh Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kepala Divisi Humas Mabes Polri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/11/2016). Boy Rafli Amar juga mengatakan bahwa saat ini Polisi masih terus mendalami dan mengembangkan penyelidikan terkait dengan pelemparan bom molotov tersebut.

Akibat peristiwa pelemparan bom molotov yang sempat meledak tersebut, 5 orang anak-anak yang kebetulan sedang bermain di depan gereja tersebut dilaporkan mengalami luka bakar serius, salah satunya dinyatakan telah meninggal dunia. Selain itu ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan beberapa unit sepeda motor yang diparkir di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sementara itu hingga saat ini pihak kepolisian setempat telah menangkap dan mengamankan setidaknya sekitar 21 orang yang diduga berkaitan dengan pelemparan bom molotov. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan serius karena diduga merencanakan atau setidaknya mengetahui terkait dengan pelemparan bom molotov tersebut.

Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kadivhumas Mabes Polri mengatakan, "Hingga saat ini tercatat sekitar 21 orang yang diduga terkait dengan jaringan teroris telah ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian, karena diduga terlibat atau minimal mengetahui terkait dengan pelemparan Bom Molotov, 5 orang diantaranya secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Juhanda (32), seorang pelaku yang diduga melakukan pelemparan bom molotov tersebut" katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/11/2016).

"Tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat akan ada tersangka baru, karena pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian masih akan berlangsung selama 7x24 jam atau satu minggu, sehingga masih ada waktu untuk memastikan apakah nanti akan ada kemungkinan tersangka baru lagi apa tidak, selain itu masih terus memburu dan mengejar siapapun yang terlibat dalam peristiwa peledakan Bom Molotov di depan halaman Gereja Oikumene, Kota Samarinda tersebut" kata Boy Rafli Amar di Jakarta.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Eko Sulestyono
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: