JUM'AT, 11 NOVEMBER 2016

LARANTUKA---Brigpol Sukmawadi, personil polisi yang bertugas di Polsek Adonara Timur pulau Adonara Polres kabupaten Flores Timur merupakan salah seorang anggota polisi yang sukses mendampingi masyarakat di daerah konflik untuk bercocok tanam.


Tercatat sudah 3 wilayah rawan konflik di Riangbunga dan Lewokeda dirinya sukses membentuk kelompok tani dan mengajarkan masyarakat untuk bercocok tanam menanam aneka sayuran seperti sawi, kol, bayam, tomat, cabai dan lainnya.

“Sebagai anggota polisi kita harus bertugas melayani dan mengayomi masyarakat.Saya memiliki kemamampuan bertani sehingga saya mencoba untuk membagikan ilmu pertanian saya,” tutur Sukma sapaannya.

Kepada Cendana News yang menemuinya Kamis  (10/11/2016) saat acara penanaman bakau dan peringatan Hari Pahlawan di desa Watanpao, Babinkamtibmas ini mengaku sangat senang bisa membuat masyarakat sukses bercocok tanam dan mulai melupakan perang tanding antar desa.


“Saya bangga melihat masyarakat mulai mendapatkan uang dari usaha menanam sayuran sehingga bisa menambah keuangan keluarga mereka, “ ungkapnya.

Kornelis Kia, anggota kelompok tani Desa Lewobunga kecamatan Adonara Timur yang ditemui Cendana News Rabu (9/11/2016) di kantor Desa Lewobunga mengakui, masyarakat sangat terbantu dengan kehadiran anggota polisi ini.

“Setelah bapak Sukma datang warga Dusun Riangbunga diajari menanam sayuran yang selama ini jarang dilakukan masyarakat,” ujarnya.


Apa yang menjadi motivasi masyarakat sehingga mengikuti menanam sayuran? tanya Cendana News, Kornelis menjawab, masyarakat tertantang menanam sayuran apalagi setelah melihat pendapatan yang diterima mencukupi. Ini yang membuat masyarakat mau menanam sayuran.

 “Setelah ada konflik sosial akibat perang tanding masyarakat sangat kesulitan ekonomi namun dengan menanam sayuran, masyarakat mulai menyadari ternyata pekarangan rumah dan lahan kosong bisa menghasilkan uang, “ ungkapnya.

Bernandus Lewun, Kepala Dusun Riangbunga pun berkata senada. Sebagai aparat desa, dirinya sangat berterima aksih karena polisi Sukma bukan hanya bertugas menjaga keamanan namun bisa membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi.

“Masyarakat akhirnya tertarik dan mulai giat membentuk kelompok tani dan belajar ilmu pertanian dari pak Sukma. Selama ini kami cuma tahu tanam kopi, kelapa, kemiri dan tanaman perkebunan dan belum pernah menanam sayur, “ terangnya.

Warga kesulitan mendapatkan air, tambah Bernadus, namun saat ini pemerintah desa juga sedang mengupayakan sumur bor sehingga selain sebagai konsumsi rumah tangga, juga bisa dipakai untuk menyiram sayuran di pekarangan rumah dan di lahan kosong sekitar kampung.

“Kami berharap Dinas Pertanian Flotim bisa membantu kami sebab selama ini kami tidak pernah mendapat bantuan. Kami membutuhkan bantuan seperti benih dan pupuk, “ pungkasnya.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: